Studi: Penularan Covid-19 Lebih Sering Terjadi di Rumah

Kompas.com - 22/07/2020, 17:29 WIB
Salah satu pengunjung kafe saat menjalani rapid test oleh personel operasi gabungan Pemerintah Kota Malang, Sabtu (4/7/2020) dini hari Dok Humas Pemkot MalangSalah satu pengunjung kafe saat menjalani rapid test oleh personel operasi gabungan Pemerintah Kota Malang, Sabtu (4/7/2020) dini hari

KOMPAS.com - Penularan Covid-19 dari kontak di dalam rumah perlu diwaspadai lebih serius. Sebab, dalam penelitian yang dilakukan para pakar epidemiologi Korea Selatan ditemukan bahwa seseorang lebih mungkin tertular Covid-19 dari anggota rumah mereka sendiri daripada dari kontak di luar rumah.

Penelitian yang diterbitkan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada 16 Juli itu melihat secara rinci 5.706 "pasien indeks" yang telah dites positif virus corona dan lebih dari 59.000 orang yang melakukan kontak dengan mereka.

Temuan menunjukkan hanya dua dari 100 orang yang terinfeksi mendapatkan virus dari kontak non-rumah tangga, sementara satu dari sepuluh orang tertular dari keluarga mereka sendiri.

Dari kelompok usia, tingkat infeksi dalam rumah tangga lebih tinggi ketika kasus pertama yang dikonfirmasi adalah remaja atau orang berusia 60-an hingga 70-an.

Baca juga: Jubir Pemerintah Jelaskan Masa Inkubasi untuk Temukan Kontak Erat Covid-19

Direktur CDC Korea yang juga salah satu penulis penelitian, Jeong Eun-kyeong menjelaskan alasannya.

"Ini mungkin karena kelompok usia ini (remaja dan lansia) lebih cenderung melakukan kontak dekat dengan anggota keluarga, karena kelompok ini lebih membutuhkan perlindungan atau dukungan," ujarnya, seperti dilansir Reuters.

Asisten profesor Fakultas Kedokteran Universitas Hallym yang ikut memimpin penelitian ini, Dr. Choe Young-june menambahkan, anak-anak berusia sembilan tahun ke bawah dinilai paling tidak mungkin menjadi "pasien indeks".

Meskipun, ia mencatat bahwa 29 sampel adalah jumlah yang terlalu kecil dibandingkan dengan 1.695 sampel usia 20-29 tahun.

Baca juga: Dilema Kangen ke Salon tapi Cemas Penularan Covid-19

Anak-anak dengan virus corona juga cenderung tidak menunjukkan gejala dibandingkan orang dewasa sehingga lebih sulit untuk mengidentifikasi kasus indeks dalam kelompok tersebut.

Ilustrasi aplikasi pelacak Covid-19iStockphoto/Elenabs Ilustrasi aplikasi pelacak Covid-19

Adapun data untuk penelitian ini dikumpulkan antara 20 Januari dan 27 Maret, ketika virus corona baru menyebar secara eksponensial dan ketika infeksi harian di Korsel mencapai puncaknya.

Halaman:


Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X