Kisah Pedagang Angkringan yang Kini Mengekspor Minyak Esensial

Kompas.com - 22/07/2020, 17:57 WIB
Khafidz Nasrullah, pendiri Nares essential oil dengan para petani yang bekerjasama NaresKhafidz Nasrullah, pendiri Nares essential oil dengan para petani yang bekerjasama
Editor Wisnubrata

Mendapat jalan saat terpuruk

Karena tidak punya uang, ia kemudian memilih cuti kuliah, dan pulang kampung. Namun keterpurukan ini justru mengubah hidupnya,

Di desa Khafidz membantu orang tuanya bertani, mulai dari mencangkul, ke ladang, dan pekerjaan lain. Saat ia membersihkan halaman, ia menyadari banyak daun cengkeh kering berserakan dan tidak dimanfaatkan.

"Saya kemudian mencari tahu melalui internet, dan mendapati ternyata daun cengkeh bisa diolah menjadi minyak daun cengkeh dan laku di pasaran,"paparnya.

Hampir satu tahun Khafidz melakukan riset bagaimana memproduksi minyak dari sampah daun cengkeh yang berguguran setiap hari, proses produksi sampai ke penjualan.

Rupanya untuk bisa memproduksi minyak atsiri, modal daun kering saja tidak cukup. Diperlukan dana cukup besar untuk penyulingan, sehingga Khafidz kembali meminjam uang dari teman kos untuk membuat minyak atsiri sendiri.

Berawal dari riset kecil-kecilan tersebut, pada tahun 2013 ia memenangkan sebuah kompetisi bisnis wirausaha bagi mahasiswa dan mendapat tambahan modal dari hadiah sebagai juara nasional.

Sejak itu, Khafidz memantapkan jalannya untuk berusaha di bidang pembuatan minyak atsiri dan mengambil nama Nares, yang dalam bahasa Sansekerta berarti indah, bagus, atau cantik. Ia ingin memberikan keindahan dan kekayaan alam Indonesia dalam bentuk produk.

"Keputusan ini tidak mudah karena orangtua berharap saya menjadi pekerja kantoran. Namun setelah berkembang, akhirnya orangtua paham bahwa usaha ini bisa untuk hidup dan menghidupi banyak orang," tutur Khafidz.

Puluhan produk

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X