Mengenal Gangguan Bipolar yang Dialami Kanye West

Kompas.com - 23/07/2020, 11:14 WIB
Kanye West tampil dalam kampanye calon Presiden AS pertamanya pada 19 Juli di North Charleston, Ini merupakan penampilan perdana West sejak mengumumkan dirinya ingin jadi Presiden AS. Lauren Petracca Ipetracca/The Post And Courier via APKanye West tampil dalam kampanye calon Presiden AS pertamanya pada 19 Juli di North Charleston, Ini merupakan penampilan perdana West sejak mengumumkan dirinya ingin jadi Presiden AS.

KOMPAS.com - Rapper dan produser rekaman Kanye West sedang menjadi sorotan karena unggahannya di Twitter, mulai dari soal aborsi sampai keinginan menceraikan istrinya Kim Kardashian.

 

Kardashian lalu segera menjelaskan lewat Instagram bahwa tindakan suaminya itu karena gangguan bipolar yang diidapnya.

Pasangan Kanye West dan Kim Kardashian bersama keempat anaknya.Instagram @kimkardashian Pasangan Kanye West dan Kim Kardashian bersama keempat anaknya.
Kardashian membahas gangguan bipolar Kanye, serta meminta orang-orang agar berbelas kasih dan empati.

"Siapa pun yang mengalami hal ini atau orang terkasih dalam hidupnya yang mengidapnya, tahu betapa rumit dan menyakitkan hal ini untuk dimengerti," kata Kardashian.

West telah menuai kritik dan juga keprihatinan dari masyarakat umum serta selebritas, termasuk penyanyi Halsey yang juga telah didiagnosis menderita gangguan bipolar.

Menurut Kardashian, masih ada kekurangan pemahaman di masyarakat mengenai definisi gangguan bipolar yang sebenarnya.

Baca juga: Mengenal Bipolar dari Faktor Genetik, Risiko hingga Pengobatannya

1. Definisi gangguan bipolar

Harvard Medical School melaporkan, sebanyak 4,4 persen dari seluruh orang dewasa secara global mengalami gangguan bipolar dalam hidup mereka.

Gangguan bipolar memiliki ciri utama perubahan suasana hati yang ekstrem antara emosi tertinggi (dikenal sebagai mania atau hipomania) dan emosi terendah, seperti depresi.

"Karena gangguan bipolar biasanya didiagnosis selama masa remaja atau selama awal usia 20-an, gejalanya bisa sulit dilihat dan sangat bervariasi dari satu orang ke orang lain," kata Dr. Lawrence Weinstein, Chief Medical Officer di American Addiction Centers kepada Insider.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X