Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/07/2020, 19:06 WIB
Nabilla Tashandra,
Wisnubrata

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Berjemur setiap pagi diperlukan untuk mendapatkan suntikan vitamin D dari sinar matahari.

Vitamin D sendiri memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh guna menangkal serangan kuman, bakteri atau virus.

Semua orang dari segala usia perlu berjemur, termasuk bayi. Biasanya kita melihat para orangtua atau nenek-kakek mereka menjemur bayi di pagi hari.

Padahal, menjemur bayi ternyata dianjurkan untuk tidak dilakukan terlalu pagi, lho. Apa alasannya?

Ahli Alergi Imunologi Anak, Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr., Sp.A(K), M. Kes menjelaskan, sumber utama vitamin D adalah sinar matahari.

Sinar matahari sendiri terdiri dari Ultraviolet A, Ultraviolet B dan Ultraviolet C. Namun, paparan sinar UVC tidak sampai ke permukan bumi.

Sinar UVA muncul sejak matahari terbit, sedangkan UVB muncul mulai pukul 09.30 hingga 15.00.

"Yang dapat memproduksi vitamin D di kulit adalah Ultraviolet B. Kalau berjemur harus terpapar Ultraviolet B."

Demikian diungkapkan oleh Prof. Budi dalam webinar bertajuk "Lindungi Anak Indonesia dengan Daya Tahan Tubuh yang Optimal" bersama Kalbe, Kamis (23/7/2020).

Untuk mendapatkan Ultraviolet B, orang dewasa Indonesia dianjurkan berjemur sekitar 15-20 menit, sementara bayi dan anak cukup 5-10 menit.

Namun, waktu berjemur juga harus tepat. Dianjurkan berjemur pagi dilakukan sekitar pukul 09.30-10.00 atau 14.30-15.00 sore.

"Kalau pagi di bawah jam 09.30 berarti Ultraviolet B-nya belum muncul, jadi tidak akan mendapatkan vitamin D. Yang didapatkan kehangatan saja," paparnya.

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Bayi Berjemur?

Beberapa orangtua mungkin khawatir kulit bayi akan terbakar jika terkena sinar matahari terlalu siang.

Nah, ternyata selain mempertimbangkan durasi berjemur, orangtua juga perlu mengetahui bahwa untuk mendapatkan manfaat, tidak perlu semua permukaan kulit terpapar matahari.

Cukup 28-30 persen dari permukaan kulit yang perlu terpapar. Untuk memberikan gambaran, ini setara dengan siku sampai telapak tangan kanan dan kiri serta lutut sampai telapak kaki kanan dan kiri.

"Itu bahkan sudah mencapai 36 persen," kata Prof. Budi.

Jika orangtua mengajak bayi berjemur menggunakan kereta dorong, cobalah lihat arah datang sinar dan sesuaikan supaya ada bagian dari kulit bayi yang terpapar sinar matahari.

Lalu, kapan bayi sudah boleh diajak berjemur?

Ternyata, bayi baru lahir pun sudah boleh, loh.

"Bayi lahir sudah membutuhkan vitamin D, jadi sejak lahir sudah bisa dijemur. Tidak ada patokannya setelah umur sekian, tapi cukup hanya sekitar 10 menit," tuturnya.

Baca juga: Ini Waktu Berjemur yang Baik di Bawah Sinar Matahari

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com