Kompas.com - 24/07/2020, 09:39 WIB
|
Editor Wisnubrata

Selain itu, jika kita banyak mengonsumsi makanan olahan, meski hanya selama dua minggu, terbukti meningkatkan berat badan, kata Kovell.

"Sedangkan makanan segar seperti buah-buahan dan sayuran utuh relatif rendah kalori, tetapi merupakan sumber serat dan kalium yang baik, membuat seseorang lebih kenyang dan membantu mengurangi tekanan darah," ujarnya.

Intinya, makanan tidak sehat menyebabkan kesehatan memburuk dengan cepat, tetapi diet sehat dapat memperbaiki kesehatan dalam jangka waktu yang sama.

Memang tidak ada diet yang optimal bagi setiap orang, namun sebagian ahli sepakat diet sehat secara keseluruhan harus mencakup protein, karbohidrat, lemak sehat, ditambah vitamin dan mineral penting, menurut Kovell.

Diet sehat berarti membatasi gula tambahan, karbohidrat olahan, dan daging olahan yang memiliki kandungan lemak tinggi.

Baca juga: Diet Intermiten Baik untuk Kesehatan Jantung, Benarkah?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.