Kompas.com - 24/07/2020, 15:45 WIB
Ilustrasi bersepeda ShutterstockIlustrasi bersepeda

KOMPAS.com - Terlepas dari olahraganya yang sedang menjadi tren, bersepeda memang aktivitas fisik yang menyenangkan.

Tak sedikit orang yang mulai bersepeda demi menurunkan berat badan. Alasan itu tentu tidak menjadi masalah, tapi Anda juga perlu melakukan sejumlah hal agar aktivitas bersepeda menjadi optimal dan target berat badan dapat tercapai.

1. Jaga massa otot

Bersepeda memang bisa membantu membakar kalori. Tapi, kalori yang dibakar itu tidak selalu lemak tapi juga jaringan otot. Itulah mengapa banyak pesepeda yang menjadi lebih kurus, tetapi juga lemah di atas sepeda.

Jangan lupa bahwa otot juga membakar kalori. Semakin banyak volume otot yang kita miliki, akan semakin banyak kalori yang dibakar meskipun sedang tidak berolahraga.

Jadi, jangan kekuarangn protein dan lakukan latihan kekuatan untuk menjaga hilangnya otot ketika berat badan turun. Latih otot bagian tubuh atas, sebab bersepeda utamanya menggerakkan tubuh bagian bawah.

Baca juga: Simak, Tips Bersepeda Sambil Melatih Otot

2. Makan seimbang

Para atlet menjaga ketahanan mereka dengan makan karbohidrat lebih untuk bahan bakar saat bersepeda, lemak untuk merasa lebih kenyang, dan protein untuk membantu pemilihan otot setelah olahraga.

Cobalah mengonsumsi nutrisi secara seimbang. Anda bisa mulai dengan perubahan kecil. Misalnya, jika sebelumnya makan semangkuk besar pasta, cobalah untuk hanya makan setengah mangkuk dan memenuhi sisanya dengan daging tanpa lemak tinggi protein dan salad. Anda bisa juga mengganti gula olahan dengan makan buah-buahan.

3. Mengatur jarak dan durasi

Kita tidak harus bekerja terlalu keras untuk mendapatkan perubahan. Nah, Anda bisa memilih bersepeda jarak jauh misaknya seminggu sekali. Sebab, bersepeda jarak jauh (hingga 6 jam) dapat membantu membakar banyak lemak dan memberikan ketahanan tubuh.

Namun, ketika tidak punya banyak waktu, Anda tetap bisa bersepeda dengan durasi singkat, seperti 30 menit, untuk menurunkan berat badan. Agar efektif, cobalah melakukan latihan interval.

Baca juga: Perlukah Pemanasan Sebelum Bersepeda?

Warga mengayuh sepedanya saat melintas di kawasan bundarah Hotel Indonesia Jakarta, Minggu (28/6/2020). Meskipun Pemprov DKI Jakarta meniadakan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, namun ribuan warga tetap berolah raga di kawasan tersebut.ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI Warga mengayuh sepedanya saat melintas di kawasan bundarah Hotel Indonesia Jakarta, Minggu (28/6/2020). Meskipun Pemprov DKI Jakarta meniadakan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, namun ribuan warga tetap berolah raga di kawasan tersebut.

4. Istirahat cukup

Selain mengisi kembali tubuh dengan bahan bakar karbohidrat dan protein, penting untuk menjaga agar Anda beristirahat cukup.  Sebab, jika istirahat kurang, tubuh akan menjadi lemah dan risiko sakit akan lebih besar.

5. Lupakan timbangan

Angka timbangan tidak selalu merupakan indikator yang tepat untuk mengukur komposisi tubuh. Jadi, jika timbangan justru memengaruhi mental dan membuatmu terus-terusan mengecek angka. Lebih baik hentikan kebiasaan itu.

Baca juga: Cara Mudah dan Menarik Ukur Berat Badan Tanpa Timbangan

6. Tetap terhidrasi

Pastikan Anda membawa setidaknya dua botol minum selama perjalanan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, terutama jika cuaca sedang panas dan rute cukup panjang.

Jika perlu, tambahkan campuran minuman sport untuk mengisi kembali elektrolit tubuh yang hilang melalui keringat.

7. Lupakan target area tubuh

Beberapa dari kita mungkin pernah mencari tahu apakah bersepeda bisa membantu memangkas lemak di area tubuh tertentu, seperti perut atau paha. Lupakan hal itu. Jika ingin menghilangkan lemak di area tubuh spesifik, Anda harus menurunkan berat badan keseluruhan dengan pola makan sehat dan olahraga.

Baca juga: Trik Turunkan Berat Badan Meski Jarang Gerak, Mau Tahu?

Ilustrasi pesepeda menggunakan masker di Jakartashutterstock Ilustrasi pesepeda menggunakan masker di Jakarta

8. Mengaudit pola makan

Pendiri FasCat Coaching di Boulder, Colorado, Frank Overton menyarankan untuk mencatat pola makan dan mengauditnya secara berkala. Ada banyak aplikasi yang bisa dimanfaatkan untuk membantu mencatat asupan makanan kita.

Audit dan evaluasi penting untuk menganalisa beberapa hal, seperti apakah porsi makan Anda masih berlebih? Apakah asupan nutrisinya sudah baik?

9. Berkonsultasi dengan ahli gizi

Jika Anda ingin hasil maksimal, cobalah berkonsultasi dengan ahli gizi yang bisa membantu Anda mengatur jadwal makan dan menjaga target penurunan berat badan. Agar target lebih terjaga, Anda juga bisa bergabung dengan komunitas yang ada di sekitar.

Baca juga: 5 Cara Membakar Lebih Banyak Kalori saat #DiRumahAja

10. Memulai

Yakinilah bahwa seiring dengan penurunan berat badan, Anda akan mendapatkan energi yang lebih besar.

Ketika sudah terbiasa dengan bersepeda, menjalani aktivitas tersebut secara rutin akan semakin ringan. Bahkan, jika Anda menikmati rutinitasnya, Anda cenderung menikmati efeknya karena dapat menyegarkan tubuh, alih-alih hanya fokus pada penurunan berat badan.

Baca tentang


Sumber Bicyling
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X