Kesalahan Orangtua Saat Mengoleskan Tabir Surya di Kulit Anak

Kompas.com - 24/07/2020, 21:37 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Di cuaca yang panas seperti sekarang, banyak orangtua yang belum paham mengoleskan tabir surya dengan tepat pada kulit anak

Tapi tanpa menggunakan tabir surya, anak dapat terkena satu sengatan matahari yang fatal, sehingga mereka berisiko terkena kanker kulit melanoma dua kali lipat.

Mengoleskan tabir surya pada kulit anak memang tampak mudah, tapi orangtua masih sering membuat beberapa kesalahan.

Baca juga: Tabir Surya Tidak Hanya Sunblock

Dr. Anna Bender, dokter kulit anak di Weill Cornell Medicine and New York-Presbyterian menjelaskan kesalahan yang dilakukan orangtua saat mencoba melindungi anak dari sengatan matahari, serta bagaimana menghindarinya.

"Selain tabir surya, orangtua juga harus memakaikan kacamata hitam dan topi kepada anak untuk melindungi secara efektif terhadap kerusakan akibat sinar matahari," kata Dr. Bender.

Saat mengaplikasikan tabir surya, orangtua atau pengasuh biasanya melewatkan sejumlah bagian tubuh, termasuk telinga, garis rambut, dan bagian atas kaki.

Bibir adalah bagian tubuh lain yang kerap terabaikan. Padahal, bibir bawah sangat rentan terkena sengatan karena langsung berhadapan dengan matahari.

Itu sebabnya Dr. Bender merekomendasikan pengolesan lip balm dengan SPF 30 atau lebih tinggi.

Memakaikan tabir surya kepada anak sama pentingnya dengan melindungi seluruh bagian tubuh mereka.

Menurut Dr. Bender, orangtua harus mengoleskan ulang tabir surya setiap dua jam sekali, dan setelah anak berkeringat atau berenang.

Baca juga: Agar Kulit Terlindungi, Ketahui Takaran Tabir Surya yang Tepat

Tabir surya berbentuk krim lebih efektif

Tabir surya dalam bentuk stik atau semprotan dinilai lebih mudah untuk dipakai, terutama jika anak kita sulit dibujuk agar mau memakai tabir surya.

Namun, tabir surya berbentuk krim dinilai lebih efektif, karena orangtua cenderung tidak melewatkan setiap bagian pada tubuh anak.

Jika kita mengoleskan tabir surya berbentuk stik, oleskan sebanyak dua kali untuk memastikan tabir surya menjangkau seluruh tubuh.

Lalu, Dr. Bender menyarankan, bila kita menggunakan tabir surya dalam bentuk spray, maka semprotkan terlebih dulu ke tangan kita, baru oleskan ke tubuh anak.

Hindari menyemprotkan tabir surya di area sekitar wajah atau mulut anak, karena mereka bisa saja menghirup bahan-bahan yang mengiritasi paru-paru.

Saat membeli tabir surya, kita mungkin tertarik pada merek tertentu dengan klaim tak berdasar. Namun carilah tabir surya dengan kandungan bahan aktif seng oksida atau titanium dioksida.

Meski anak telah mendapat perlindungan tabir surya di sekujur tubuh serta alat pelindung diri (APD), orangtua tetap harus waspada saat mereka berada di luar rumah dengan mempertimbangkan indeks UV.

Indeks UV adalah pengukuran standar internasional dari jumlah radiasi sinar ultraviolet matahari yang berpotensi merusak kulit.

Sebaiknya jadwalkan aktivitas di luar rumah bersama anak ketika indeks UV berada di tingkatan rendah, seperti awal pagi hari atau sore hari.

"Saat cuaca berawan atau mendung, kita mungkin melewatkan pemakaian tabir surya ke anak. Namun tabir surya tetap penting, karena anak masih bisa terkena sinar matahari," kata Dr. Bender.

Baca juga: Pakai Tabir Surya Terlalu Banyak, Mark Zuckerberg Jadi Mirip Joker

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X