Kompas.com - 25/07/2020, 23:53 WIB

KOMPAS.com - Kini anak-anak mulai membawa ponsel pada usia yang lebih muda. Dalam sebuah penelitian baru-baru ini, 22% anak-anak di sekolah dasar melaporkan telah memiliki ponsel sendiri, dibandingkan dengan 60% remaja dan 84% remaja.

Banyak orangtua bertanya-tanya, apakah anak mereka sudah siap untuk memiliki ponsel sendiri?

Kapan anak perlu memiliki ponsel

Banyak orangtua menyebut keselamatan sebagai alasan utama untuk memberi anak mereka ponsel.

Mereka ingin dapat menjangkau anak mereka kapan pun dan di mana pun. Mereka juga ingin anak-anam merasa aman, karena dapat menghubungi orangtuanya kapan pun dengan mudah.

Menurut Barbara Greenberg, PhD, seorang psikolog klinis di Fairfield County, CT, ini keputusan yang baik, terutama jika anak sendirian di rumah sepulang sekolah atau harus berjalan sendirian menuju ke rumah.

Baca juga: Sinar Biru Berbahaya, Orangtua Harus Batasi Penggunaan Ponsel pada Anak

Seorang Ibu bernama Brittany Grant-Davis mengaku memberikan ponsel pada anaknya yang berusia 6 tahun, setelah bus sekolahnya, yang dikemudikan oleh seorang pengemudi pengganti, tersesat dalam perjalanan pulang.

Grant-Davis, yang tinggal di pinggiran Chicago, mengatakan baik sekolah maupun perusahaan bis tidak bisa memberitahunya di mana bus itu berada.

“Itu adalah salah satu saat paling menakutkan dalam hidup saya,” katanya.

Setelah satu jam yang sangat menegangkan, akhirnya bus tersebut menemukan jalan dan memulangkan anaknya dengan selamat. Grant-Davis memutuskan untuk memberikan putranya sebuah ponsel untuk disimpan di tasnya.

Meski demikian, Greenberg mengatakan dia tidak mendukung seorang anak berusia 6 tahun memiliki ponsel tanpa alasan khusus.

Pertimbangan risiko

Jika anak memiliki ponsel pintar, itu berarti ia memiliki akses ke situs web yang mungkin tidak pantas untuk usia anak-anak. Akan ada risiko dia melihat konten yang kasar terkait kematian atau seks.

"Banyak anak memiliki fantasi dalam pikiran mereka tentang hal-hal yang tidak mereka pahami," kata Greenberg.

Baca juga: Berapa Batas Durasi Penggunaan Ponsel yang Aman Bagi Kesehatan?

Selain itu, Greenberg juga mengungkap adanya risiko kurang tidur jika anak memiliki ponsel di usi yang terlalu dini.

Anak-anak dengan smartphone akan tergoda untuk tetap terjaga hingga larut malam bermain game dan mengirim pesan teks dengan teman-teman.”

Greenberg juga mengingatkan adanya risiko cyber bullying ketika anak memiliki ponsel sendiri.

"Sebelumnya, ketika anak berada di dalam rumah, ia akan merasa aman," kata Greenberg. "Tapi dengan ponsel dan media sosial, tidak ada anak yang pernah aman lagi dari intimidasi."

Menurut Greeberg, anak-anak dengan ponsel juga bisa terisolasi secara sosial. Terlalu banyak mengirim pesan dan media sosial, berarti lebih sedikit waktu berteman secara langsung di dunia nyata.

Baca juga: Ketika Anak-anak Berusia 5-10 Tahun Tak Bisa Lepas dari Ponsel

Selain beberapa alasan tersebut, ada alasan lain untuk tidak memberikan ponsel pada anak sebelum mereka siap.

“Beberapa orangtua terlalu protektif terhadap anak-anak mereka sehingga mereka ingin komunikasi terus-menerus dengan anak tanpa memikirkan bahaya potensial,” kata Mark L. Goldstein, PhD, seorang psikolog anak di Chicago.

Masalahnya adalah, anak-anak kecil dengan ponsel pribadi dapat memberikan informasi kepada orang yang salah.

Ada juga risiko menumbuhkan ketergantungan, katanya.

"Jika Anda memberi anak-anak ponsel pada usia yang sangat muda, Anda akan mendapatkan berbagai masalah di masa depan."

Selain itu tentu saja, biaya adalah sesuatu yang perlu dipikirkan juga. Setelah orangtua membeli ponsel baru untuk anak, itu berarti Anda memerlukan paket data terpisah dengan tagihan yang harus dibayarkan.

Baca juga: Pengaruh Ponsel pada Kesehatan Tubuh dan Pikiran

Membuat Keputusan

Green berg mengatakan, bahwa anak-anak siap memiliki ponsel ketika mereka bisa duduk bersama orangtuanya untuk membuat pedoman penggunaan.

"Jika mereka tidak mau membuat daftar ini, itu tanda mereka tidak siap."

Bagi sebagian besar anak-anak, ini terjadi sekitar usia 12 atau 13. Orangtua harus mengambil keputusan, bukan kakek atau nenek yang bermaksud baik memberi hadiah ponsel kepada anak Anda.

"Tanyakan pada diri Anda apakah anak Anda memiliki penilaian yang baik dan sejarah pengambilan keputusan yang baik," kata Greenberg. Jika dia belum dewasa atau cenderung membuat keputusan yang buruk, dia tidak siap.

“Ketika mereka melihat sesuatu yang menakutkan, apakah mereka menanganinya dengan baik? Apakah mereka mendatangi Anda ketika ada sesuatu yang aneh? Apakah mereka memiliki intuisi yang baik? ” Kata Greenberg.

Baca juga: Hati-hati, Kebanyakan Chatting di Ponsel Bisa Bikin Cedera Tubuh

Pertimbangkan mengapa anak menginginkan ponsel, kata Goldstein. Apakah dia ingin mengirim SMS kepada teman? Atau menghabiskan waktu di Facebook? Apakah dia menginginkan ponsel karena saudara atau sepupu yang lebih tua telah memilikinya?

"Lihatlah kemampuan kognitif anak untuk dapat menggunakan ponsel dengan tepat, dan yang lebih penting, apakah mereka siap secara emosional untuk itu?"

Goldstein menyarankan untuk menilai kematangan anak. Apakah anak menunjukkan tanggung jawab dengan cara lain, misalnya, dengan menyelesaikan pekerjaan rumah tepat waktu dan membersihkan kamarnya?

“Anak-anak kemungkinan dapat mengelola ponsel secara bertanggung jawab pada usia 8, 9, atau 10 tahun. Beberapa anak lain mungkin tidak siap sampai sekolah menengah. ”

“Jika seorang anak menderita ADHD atau kurang memiliki keterampilan manajemen waktu, sebuah ponsel dapat menjadi masalah,” lanjut Goldstein.

Baca juga: Memberi Anak Ponsel Sama dengan Memberinya Kokain

Tip Penggunaan Ponsel yang Aman dan Bertanggung Jawab

- Gunakan aplikasi atau kontrol orangtua yang membatasi dengan siapa anak dapat berbicara dan menerima teks, serta mengatur akses situs web yang dapat dilihatnya.

- Jangan izinkan anak memuat permainan dan aplikasi video.

- Pilih ponsel biasa yang hanya bisa untuk menelepon akan lebih baik.

- Orangtua harus jadi panutan yang baik dalam memakai ponsel.

- Tetapkan batas waktu layar menatap layar.

- Beri tahu anak bahwa Anda akan memonitor penggunaan ponsel mereka dengan cermat.

- Orangtua harus mengetahui kata sandi ponsel dan media sosial.

- Ambil ponsel anak setidaknya satu jam sebelum ia tidur dan isi daya di luar kamar tidur.

- Bicarakan dengan tenang bersama anak-anak tentang bahaya sexting.

Baca juga: Sisi Positif dan Negatif Anak Bermain Ponsel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber WebMD


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.