Popularitas Harry-Meghan Bikin Pangeran William dan Kate Iri?

Kompas.com - 27/07/2020, 10:11 WIB
Foto tertanggal 9 Maret 2020 menunjukkan keluarga Kerajaan Inggris yakni Pangeran Charles (depan), diikuti oleh Pangeran William dan Kate Middleton, lalu Pangeran Harry dan Meghan Markle, saat beranjak pulang dari Biara Westminster, London. AP/PHIL HARRISFoto tertanggal 9 Maret 2020 menunjukkan keluarga Kerajaan Inggris yakni Pangeran Charles (depan), diikuti oleh Pangeran William dan Kate Middleton, lalu Pangeran Harry dan Meghan Markle, saat beranjak pulang dari Biara Westminster, London.

KOMPAS.com- Sejak rencana pertunangan Pangeran Harry dan Meghan diumumkan, popularitas pasangan ini memang terus menanjak. Hal itu ternyata tidak disukai oleh anggota keluarga kerajaan.

Dalam buku terbaru mengenai kehidupan Pangeran Harry dan Meghan, Finding Freedom, diungkap bahwa hubungan mereka dengan Pangeran William dan istrinya, Kate Middleton, sangat buruk sampai jarang terjadi perbincangan ketika ada pertemuan.

Finding Freedom (Menemukan Kebebasan) merupakan buku biografi tidak resmi tentang Pangeran Harry dan Meghan Markle, yang ditulis oleh dua wartawan peliput berita-berita kerajaan Inggris, Carolyn Durand dan Omid Scobie.

Buku biografi tersebut, antara lain, berisi pemaparan rasa frustrasi pasangan Harry-Meghan terhadap istana dan pers Inggris. Termasuk di dalamnya tentang retaknya hubungan Harry dengan kakaknya, sampai akhirnya ia memutuskan mundur.

Menurut buku tersebut, keluarga kerajaan tidak senang dengan popularitas Harry dan Meghan sehingga pasangan ini mendapat lebih banyak pemberitaan dibandingkan Pangeran William dan Kate.

Baca juga: Anaknya Difoto Pakai Drone Paparazzi, Harry dan Meghan Menggugat

Ketegangan terus meningkat, sehingga pasangan The Sussexes, gelar kerajaan Harry dan Meghan, dilaporkan merasa tersinggung karena mereka diberikan tugas-tugas yang kurang penting dibandingkan pasangan the Cambridges atau Pangeran Charles.

Masih menurut buku tersebut, Harry merasa frustasi dengan kerabat senior di kerajaan, mengatakan bahwa ia merasa diburu oleh pers karena popularitasnya, diserang oleh media, dan diperlakukan tidak adil oleh istana.

Sejujurnya pasangan itu tidak ingin meninggalkan istana dan monarki. Mereka hanya ingin merasakan kebahagiaan sebagai pribadi, pasangan, dan keluarga. Namun karena tidak ada perbaikan, mereka memutuskan untuk pergi.

Buku tersebut menyebutkan, Harry merasa ”tidak terlindungi” oleh keluarganya dan ”seolah-olah dia dan Meghan telah lama dikesampingkan oleh institusi dan bukan bagian penting dari masa depannya (lembaga istana)”.

Pangeran Harry dan Meghan Markle di acara Trooping the Colour (8/6/2019).Xinhua / Alamy Stock Photo Pangeran Harry dan Meghan Markle di acara Trooping the Colour (8/6/2019).

”Harry merasa bahwa ada begitu banyak kesempatan ketika lembaga (istana) dan keluarganya bisa membantu mereka, membela mereka, mendukung mereka, tetapi (nyatanya mereka) tidak pernah melakukannya,” kata seorang sumber kepada penulis buku tersebut.

Menanggapi buku tersebut, juru bicara Pangeran Harry dan Meghan menegaskan bahwa mereka tidak dilibatkan dalam proses penulisan dan penerbitan buku tersebut.

”Duke dan Duchess of Sussex tidak diwawancarai dan tidak berkontribusi pada Finding Freedom,” kata juru bicara pasangan itu,

Harry dan Meghan kini tinggal di Los Angeles bersama putra mereka, Archie yang kini berusia 14 bulan. Mereka melakukan beberapa kegiatan amal dan menikmati kehidupan sebagai “orang biasa”.

Baca juga: Harry dan Meghan Pakai Masker dan Jalan Kaki di Beverly Hills

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X