Kompas.com - 27/07/2020, 14:35 WIB

Di luar negeri, pendapatan dari match day hanya 15 persen. Sisanya dari merchandise, partnership, player transfer, hingga digital content.

Hal itulah yang juga ingin dikejar Persib. Setidaknya ada tiga produk dalam sport management yang dibidik.

Pertama, good service. Misal bagaimana para atlet memberikan service kepada penggemarnya dengan foto bareng.

Kemudian social ideas dan psychic benefits.

Baca juga: Tak Hanya Tabungan yang Jadi Modal Pendidikan Anak

Mulai dari membentuk komunitas, membuat konten, hingga mengunggahnya.

Ketiga hal tersebut yang kemudian ditata dan dipasarkan.  “Kita harus berinovasi untuk memberikan konten yang sesuai dengan yang ingin dicapai."

"Membuat konten interaktif, sehingga penonton merasa lebih dekat dengan pemain,” ungkap dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian mengatakan, sebuah riset menyatakan, potensi liga setiap tahun mencapai Rp 1,3 triliun.

Bahkan, dia memprediksi angka ril-nya lebih dari itu.

“Industri bola seperti gunung es, yang muncul masih sedikit. Seperti Persib, Persija, Arema, Persebaya."

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.