KILAS

Cegah Anak Stunting dengan Perhatikan Sistem Sanitasi Lingkungan

Kompas.com - 27/07/2020, 15:49 WIB
Ilustrasi anak sedang mencuci tangan. PIXABAY/soumen82hazraIlustrasi anak sedang mencuci tangan.

KOMPAS.com - Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI pada 2019, akses sanitasi di Indonesia baru mencapai 78 persen dari sekitar 65 juta kepala keluarga.

Artinya, Indonesia belum mencapai 100 persen Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) seperti yang telah ditetapkan Kemenkes.

Pasalnya, masih ada 15 juta kepala keluarga yang masih melakukan perilaku buang air besar ( BAB) sembarangan di tempat terbuka.

Umumnya, perkotaan yang memiliki perkampungan padat penduduk atau perkampungan bantaran sungai melakukan perilaku BAB sembarangan dengan alasan tidak adanya fasilitas mandi cuci kakus (MCK) yang memadai.

Baca juga: Cara Membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Anak

Padahal, perilaku tersebut bisa berakibat fatal bagi kesehatan lingkungan. Maka dari itu, pemerintah selalu menggalakkan kampanye Stop BAB Sembarangan.

BAB sembarangan berhubungan erat dengan penyakit infeksi cacing atau biasa disebut cacingan. Hal ini dikarenakan tinja atau kotoran manusia merupakan media berkembangnya bibit penyakit menular.

Kotoran akibat BAB sembarangan yang berada di lingkungan terbuka adalah lahan subur perkembangbiakan cacing. Umumnya telur cacing bertahan di lingkungan yang lembap, kemudian berkembang menjadi telur infektif.

Telur cacing yang ada di tanah tersebut sangat mungkin tertelan masuk ke dalam pencernaan anak. Sebab, anak-anak yang bermain tanah dan tidak langsung mencuci tangan memiliki risiko besar terinfeksi cacing.

Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Jamban di Indonesia, Mana yang Lebih Sehat?

Jika cacing berkembang biak pada tubuh si kecil pada periode emas pertumbuhan anak akan menempel pada usus dan menyerap zat-zat nutrisi pada tubuhnya. Lama kelamaan anak pun bisa mengalami kekurangan gizi yang membuatnya terkena stunting.

Begitu juga jika ibu hamil yang terkena cacingan, karena upaya cegah stunting sudah dimulai sejak kehamilan atau 1.000 hari pertama kehidupan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X