Menurunkan Tekanan Darah Tinggi di Usia Muda, Bagaimana Caranya?

Kompas.com - 27/07/2020, 20:11 WIB
Ilustrasi hipertensi. thinkstockphotosIlustrasi hipertensi.
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Tekanan darah tinggi tidak hanya dialami mereka yang sudah berumur saja. Saat ini banyak orang yang masih muda diketahui menderita hipertensi.

Berdasarkan hasil studi di tahun 2017, Pusat Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, persentase remaja berusia 12-19 tahun yang mengalami hipertensi atau prehipertensi adalah 1 dari setiap 25 orang.

Seseorang termasuk dalam kategori prehipertensi apabila kondisi tekanan darahnya belum masuk ke dalam kategori tekanan darah tinggi, tetapi sudah lebih tinggi dari batas tekanan darah normal.

Tekanan darah dapat berubah setiap menitnya. Hal ini dipengaruhi oleh aktivitas tubuh, keadaan istirahat, suhu tubuh, diet, kondisi emosi, postur tubuh, dan obat-obatan.

Pada saat mengalami tekanan darah tinggi, jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah. Pembuluh darah akan mendapatkan tekanan yang kuat karena darah sulit mengalir dengan lancar.

Baca juga: Generasi Milenial Menghadapi Masalah Tekanan Darah Tinggi

Penyebab darah tinggi di usia muda

Umumnya, penyebab darah tinggi di usia muda tidak dapat dipastikan atau disebut juga hipertensi esensial. Jika kemudian tekanan darah tinggi diketahui penyebabnya, biasanya kondisi ini berkaitan dengan gangguan kesehatan pada organ lain seperti:

  • Penyakit ginjal
  • Masalah paru-paru
  • Masalah jantung
  • Kondisi genetik
  • Gangguan hormon
  • Kegemukan (obesitas)
  • Resistensi insulin
  • Efek beberapa jenis obat-obatan.

Di samping itu, risiko seseorang mengalami hipertensi di usia muda juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, genetik atau keturunan dan gaya hidup. Remaja dengan kelebihan berat badan cenderung lebih berisiko mengalami hipertensi.

Selain obesitas, hipertensi juga lebih berisiko dialami oleh remaja dengan kondisi sebagai berikut:

  • Memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi
  • Memiliki diabetes tipe 2
  • Memiliki kolesterol tinggi
  • Konsumsi garam berlebihan
  • Berjenis kelamin laki-laki
  • Merokok atau sering terpapar asap rokok orang lain (perokok pasif)
  • Kurang gerak atau tidak pernah berolahraga.

Bagi seseorang yang telah mengalami darah tinggi di usia muda, kondisi ini dapat berlanjut hingga dewasa dan berpotensi berbahaya jika tidak mendapatkan penanganan.

Baca juga: Banyak Bergerak, Kunci untuk Mencegah Hipertensi

Halaman:


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X