Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pangeran William "Dicap" Sombong, Pembelaan Pun Muncul...

Kompas.com - 28/07/2020, 17:46 WIB
Glori K. Wadrianto

Editor

Sumber Geo.TV

KOMPAS.com - Paul Burrell, mantan kepala pelayan Putri Diana angkat suara untuk membela Pangeran William di tengah-tengah kesan bahwa dia adalah sosok yang sombong seperti yang digambarkan Harry -adiknya.

Lelaki 62 tahun itu muncul di Good Morning Britain pada hari Senin (27/7/2020) melalui tautan video. Dia membantah klaim soal sikap sombong yang lekat pada sosok Duke of Cambridge.

Burrell mengatakan, William "bukan orang sombong". Dalam konteks dengan Pangeran Harry, William hanya ingin menunjukkan kepedulian terhadap saudaranya, sebelum langkah besar dalam hidupnya, yakni menikah.

Baca juga: Popularitas Harry-Meghan Bikin Pangeran William dan Kate Iri?

Lebih jauh, Burrell yang tergolong dekat dengan keluarga itu menyebut William sebagai sosok yang rasional dan tenang. 

Sementara, Harry di mata Burrell memang adalah lelaki yang berapi-api, bersemangat, dan panas. 

“William tidak sombong. Itu tidak benar. Dia hanya akan menunjukkan kepedulian terhadap saudaranya yang akan menikahi seseorang, dan membawa dia ke dalam keluarga kerajaan."

"Dia mencoba mendidiknya, dengan mengatakan, 'tidak mudah bagi siapa pun yang menikah dengan keluarga ini dan aku khawatir tentangmu'," sebut Burrell.

"Itu menunjukkan kepeduliannya. Kita berbicara tentang dua kepribadian yang sangat berbeda di sini."

"William rasional dan tenang, dan Harry berapi-api,” cetus dia.

Meghan Markle sebagai perempuan yang akhirnya dipinang oleh Harry pun segera tahu, bahwa dalam pernikahannya dia harus menyenangkan semua orang.

Baca juga: Fakta Menarik di Awal Kencan Pangeran Harry dan Meghan

"Dia tidak hanya menikahi Harry. Dia menikahi seluruh institusi ini, dengan seribu tahun sejarah kerajaan di belakangnya,” kata Burrell.

Burrel juga sempat berbicara tentang mendiang Putri Diana, dan bagaimana dia bisa membuat kedua anaknya itu lebih dekat seandainya dia masih hidup. 

“Tentu saja ada kekosongan di antara mereka sekarang. Itu harus diisi oleh ibu mereka, tetapi tentu saja ibu mereka tidak ada di sini."

"Saya ingin berpikir mungkin Kate akan melangkah ke dalam kekosongan dan membawa kaka beradik itu kembali bersama," sebut Burrell.

"Mereka akan kembali bersama, mereka akan bersama, mereka milik bersama, dan saya benci melihat mereka terpisah," sebut dia.

Komentar 'sombong' itu pertama kali mencuat dalam kutipan di buku "Finding Freedom" yang merujuk pada pasangan Meghan dan Harry.

Disebutkan, diawal rencana pernikahan pasangan itu, William ingin memastikan bahwa Meghan memiliki "niat yang benar" sebelum menikah dengan keluarga kerajaan.

Baca juga: Akankah William dan Kate Langgar Tradisi Kerajaan soal Sekolah Anak?

Kekhawatiran ini oleh Duke of Cambridge menyebabkan kedua bersaudara itu membicarakan rencana itu lebih dalam.

Namun sayangnya, pembahasan itu membawa kakak beradik tersebut dalam keretakan.

Demikian diungkapkan penulis Omid Scobie dan Carolyn Durand yang mengutip sumber kerajaan dalam buku itu.

Buku itu mengutip kalimat William yang mengatakan, "Kamu tak perlu terburu-buru. Luangkan waktu sebanyak mungkin untuk mengenal lebih jauh gadis ini.”

Kedua penulis mengungkapkan, ucapan ini -terutama dua kata terakhir, sangat menyinggung Harry.

Baca juga: Ketika Pangeran Charles Disangka Usir Harry dan Meghan dari Pesta

"Dalam dua kata terakhir itu, 'gadis ini', Harry mendengar nada sombong."

Di sisi lain, selama 10 tahun berkarir di militer dan berada di luar gelembung kerajaan, William telah belajar untuk tidak membuat penilaian cepat tentang orang.

Dia tak akan lekas melabeli orang hanya karena penilaian yang berdasarkan aksen, pendidikan, etnis, kelas, atau profesi mereka. Demikian dituliskan Scobie dan Durand.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Geo.TV
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com