Kompas.com - 29/07/2020, 18:37 WIB

 

Pemahaman akan kondisi lokal memang sangat penting sehingga pendekatannya lebih tepat sasaran. Itu sebabnya peningkatan kapasitas dokter puskesmas atau kader posyandu menjadi penting.

“Diharapkan para kader ini memahami masyarakatnya, memahami sejauh mana mereka belum melakukan perilaku yang diharapkan. Jadi tidak sekadar kampanye saja,” kata drg.Marlina Ginting dari Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementrian Kesehatan RI dalam acara yang sama.

Marlina mengatakan pemerintah sudah memiliki strategi. Langkah yang dilakukan adalah perbaikan gizi dan pola asuh, terutama pemenuhan gizi di 1.000 hari pertama kehidupan, dan penurunan infeksi melalui peningkatan kesehatan lingkungan dan pelayanan kesehatan.

Pemahaman masyarakat yang rendah pada kondisi stunting atau penyebabnya, menurut Risang Rimbatmaja dari Yayasan Cipta, disebabkan karena istilah stunting sendiri tidak dipahami.

“Istilah stunting sangat abstrak bagi orang yang tidak bekerja di bidang kesehatan. Istilahnya juga berubah terus. Dulu disebut stanting, lalu kerdil, lalu pendek, sekarang stunting,” ujar Risang.

Baca juga: Catat, Langkah-langkah untuk Cegah Stunting pada Anak

Ia menambahkan, membangun kepercayaan merupakan kunci keberhasilan program komunikasi perubahan perilaku. Pembuatan poster dan penggunaan istilah juga harus berhati-hati agar tidak menimbulkan stigma.

“Jangan sampai ada anak yang diejek temennya sebagai cebol atau pendek, atau seorang ibu malu membawa anaknya ke posyandu karena takut anaknya disebut kurang gizi,” katanya.

Risang menegaskan, komunikasi perubahan perilaku tidak serta merta mengubah orang. Apalagi advokasi masalah ini harus dilakukan dalam jangka panjang.

“Komunikasi perubahan perilaku tetap diperlukan, tapi harus bergandengan dengan intervensi model lain. Misalnya tidak hanya soal pemenuhan gizi, tapi juga pemahaman, sanitasi, hingga higienitas,” katanya.

Baca juga: Tetap Lengkapi Imunisasi Anak Selama Pandemi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.