Haruskan Kita Mencegah Agar Bayi Tak Demam Setelah Vaksinasi?

Kompas.com - 30/07/2020, 07:27 WIB
Ilustrasi bayi menangis. Ilustrasi bayi menangis.

KOMPAS.com - Demam biasa terjadi pada bayi yang baru saja mendapatkan vaksinasi. Namun, haruskah kita memberi mereka parasetamol untuk "mencegah" terkena demam nanti?

Associate Professor Thoon Koh Cheng, kepala dan konsultan senior untuk layanan penyakit menular di departemen pediatri di KK Women's and Children's Hospital, mengatakan bahwa demam tidak perlu ditakuti.

Demam sebenarnya merupakan indikasi yang baik bahwa tubuh telah meningkatkan respons kekebalan terhadap vaksin dan karenanya tidak boleh dihindari secara aktif.

Bahkan, ada penelitian yang menunjukkan bahwa jika obat antipiretik atau anti-demam diberikan sebelum timbulnya demam dan setelah vaksinasi, respons kekebalan terhadap vaksin akan lebih buruk daripada jika ini tidak dilakukan.

Beberapa efek samping vaksinasi yang umum adalah nyeri injeksi dan kemerahan, pembengkakan lengan yang divaksinasi, peningkatan iritabilitas atau kerewelan, nafsu makan yang buruk untuk sementara waktu, dan menjadi kurang aktif.

Baca juga: Demam pada Bayi karena Vaksinasi, Haruskah Diobati?

Yang perlu diwaspadai

Meski demikian, orang tua harus waspada saat anak demam hingga menyentuh suhu di atas 37 derajat ke atas.

Selain itu, berikut adalah tanda-tanda yang harus perhatikan:

  • 38 derajat celsius atau lebih tinggi pada bayi di bawah 3 bulan
  • 39 derajat celsius atau lebih tinggi pada bayi yang berusia antara 3 dan 6 bulan
  • Kelelahan ekstrim
  • Nyeri di perut, anggota badan, dan telinga
  • Kesulitan menelan cairan
  • Muntah atau diare
  • Demam yang berlangsung selama lebih dari 3 hari
  • Kantuk

Kiat untuk membantu bayi menghadapi fase ini

Meskipun demam setelah vaksinasi adalah hal yang normal, orangtua tentu ingin memastikan bayinya merasa lebih nyaman. Inilah yang dapat dilakukan:

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X