Kualitas Tidur Buruk, Picu Problem Emosional pada Anak

Kompas.com - 30/07/2020, 12:40 WIB
. Thinkstockphotos.

KOMPAS.com - Sejak dini, anak perlu mendapatkan waktu tidur yang berkualitas.

Sebab, jika anak tidak memperoleh waktu tidur yang baik, mereka berisiko mengalami masalah emosional jangka panjang.

Para peneliti dari Sleep and Anxiety Center of Houston, Amerika Serikat menemukan, istirahat yang tidak memadai di malam hari dapat memicu efek yang merusak kesejahteraan emosional anak.

Baca juga: Letakkan 8 Tanaman Ini di Kamar untuk Tidur yang Lebih Nyenyak

Kesimpulan diperoleh dari hasil analisa terhadap lebih dari 50 anak berusia 7-11 tahun selama lebih dari seminggu.

Anak-anak itu diminta menyelesaikan penilaian emosional sebanyak dua kali, satu setelah tidur penuh di malam hari, dan satu lagi setelah dua malam mengalami kondisi kurang tidur.

Peneliti kemudian meminta anak-anak untuk melihat serangkaian gambar dan klip video yang menampilkan emosi positif dan negatif, lalu respons mereka direkam.

Baca juga: 3 Posisi Tidur Terbaik Sesuai Kondisi Kesehatan

Dari situ, peneliti menemukan ada bukti regulasi emosional yang berhubungan dengan jantung pada anak.

Lalu juga ada ekspresi wajah yang menurut psikolog klinis Profesor Candice Alfano membuktikan bahwa kurang tidur meningkatkan risiko masalah kejiwaan anak-anak.

"Setelah pembatasan tidur, kami mengamati perubahan dalam cara anak-anak mengalami, mengatur, dan mengekspresikan emosi," ujar Alfano.

"Tapi yang agak mengejutkan, perubahan paling signifikan ditemukan dalam menanggapi rangsangan emosional positif dibandingkan rangsangan negatif."

Baca juga: Pahami, Peran Penting Tidur demi Memangkas Lemak di Perut

Alfano mengatakan, temuan ini akan membantu mereka memahami bagaimana kualitas tidur yang buruk dapat berdampak bagi kehidupan sehari-hari anak.

Juga, bagaimana kondisi tersebut secara negatif memengaruhi mekanisme anak dalam mengatasi masalah sosial dan emosional.

"Pengalaman dan ekspresi emosi positif sangat penting untuk persahabatan anak-anak, interaksi sosial yang sehat, dan cara mengatasi masalah yang efektif," kata Alfano.

Baca juga: Anak Mendengkur Saat Tidur? Kenali 6 Penyebabnya

"Temuan kami bisa menjelaskan mengapa anak-anak yang kurang tidur rata-rata memiliki lebih banyak masalah terkait teman sebaya."



Sumber Newshub
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X