Memilih Gaya Belajar yang Sesuai Tipe Kepribadian Anak

Kompas.com - 01/08/2020, 13:46 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com- Salah satu tantangan yang dihadapi orangtua pada metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah sering tidak sabar ketika mendampingi anak belajar. Proses belajar pun menjadi tidak nyaman karena anak tertekan dan orangtua selalu marah-marah.

Kalau sudah begini, anak dan orangtua sama-sama gampang stres. Pada saat orangtua tidak mendukung, anak juga dapat merasakannya.

“Untuk dapat lingkungan belajar yang kondusif, perlu komunikasi yang efektif. Ini bisa dicapai jika orangtua mengenali dan memahami karakter kepribadian anak sehingga bisa menyesuaikan diri,” kata psikolog Ajeng Raviando dalam acara diskusi media yang diadakan oleh Frisian Flag Indonesia secara virtual (29/7).

Seperti yang kita ketahui, manusia mempunyai karakter yang berbeda-beda dan unik. Karakter atau kepribadian manusia bisa dipelajari, dan manusia kadang memiliki kesamaan karakter antara satu dengan yang lainnya.

Menurut Ajeng, orangtua dapat mengenali dan menyesuaikan sistem pengajaran sesuai dengan karakteristik anak, agar dapat menciptakan sistem pengajaran di rumah yang menyenangkan dan membawa kegembiraan.

Baca juga: Saat Pandemi Peran Orangtua Bertambah Jadi Guru, Aktivitas Anak Perlu Diperhatikan

Kepribadian manusia telah dikaji dan dirangkum menjadi empat jenis, keempatnya masuk dalam teori proto-psikologis.

Empat tipe kepribadian mendasar, yaitu sanguinis, koleris, melankolis,  dan plegmatis. 

Sanguinis (hidup, optimis, ringan, dan riang)

Memiliki ciri senang bicara, banyak ide, mudah mencairkan suasana, tanggap dan kekinian. Mudah menyampaikan perasaan.

Anak dengan tipe ini perlu diajarkan untuk berpikir sebelum berbicara, mereka juga cenderung moody. Kalau ada masalah kecil suka dibesar-besarkan. Dalam mendampingi belajar, orangtua bisa membuat poin-poin pembicaraan agar terstruktur.

Baca juga: Biarkan Anak Belajar dari Kegagalan Agar Lebih Tangguh

Ilustrasi kerja dari rumah.Shutterstock Ilustrasi kerja dari rumah.

Koleris (cerdas, analitis, logis, dan sangat praktis)

Memiliki ciri berani bicara dan mengungkapkan diri, dominan, kaku, praktis, efisien. Namun, mereka gampang marah dan mudah tersinggung.

Perlu diajari untuk melakukan komunikasi dengan menghargai lawan bicara, berempati, lebih fleksibel.

Baca juga: Anak Jenuh Sekolah di Rumah, Orangtua Harus Berbuat Apa?

Melankolis (analitis, bijak dan tenang)

Memiliki ciri detil, analitis, berhati-hati, berpikir logis, objektif. Mereka senang melihat data dan mereka adalah tipe observer yang baik.

Perlu diajari agar bisa menjelaskan inti pembicaraan dengan sederhana, hindari pengulangan dan rinci, berani mengungkapkan opini.

Plegmatis (santai dan cinta damai)

Memiliki ciri tenang, pendengar yang baik, konsisten, rendah hati dan menghindari konflik. Namun mereka juga cuek pada orang di sekitar dan sering menunda-nunda pekerjaan.

Perlu diajari agar lebih berani bicara dan mengekspresikan diri, jangan malu dan takut salah.

“Dari keempat karakter tersebut, tidak ada yang paling baik mau pun paling buruk. Semua tipe kepribadian itu memiliki keunikan masing-masing,” kata Ajeng.

Ia mengatakan, setiap anak bisa memiliki gabungan antara beberapa karakter tersebut, oleh karenanya orangtua perlu mencari apa karakter dominan yang dimiliki buah hatinya.

Baca juga: Mengenal Tanda Disleksia, Kesulitan Belajar pada Anak

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X