Kompas.com - 04/08/2020, 19:04 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Di saat pandemi mengharuskan kita untuk tetap di rumah, hampir semua kegiatan dilakukan secara remote.

Saat ini, tidak hanya orangtua yang harus bekerja dari rumah. Anak-anak juga menjalani pembelajaran jarak jauh atau e-learning.

Dengan demikian, anak harus terpapar gadget sepanjang hari untuk mempelajari materi yang diberikan sekolah.

Baca juga: 3 Tips Melatih Anak Fokus Sekolah dari Rumah Selama Pandemi

Lalu, bagaimana dampak paparan sinar dari layar gadget pada anak?

Menurut Dr. Aisah Dahlan, CHt, pakar neuro parenting, paparan gadget akan berpengaruh terhadap kondisi fisik anak, terutama mata.

"Bayangkan anak-anak harus berada di depan gadget dari pagi sampai siang untuk belajar," ujar Dr. Aisah dalam webinar "Solusi Cerdas Mendampingi Anak Selama Masa Pandemi" pada Selasa (4/8/2020) pagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di samping itu, lanjut Dr. Aisah, terlalu sering menatap layar gadget akan berdampak pada otak anak.

"Bagi orangtua, kalau kita memberi tahu anak penggunaan gadget yang aman buat kesehatan mata dan otak, mereka pasti akan mau mengikuti. Ajarkan anak peregangan," tutur dia.

"Ada dua cara melakukan peregangan pada mata saat kita menatap layar. Pertama 20-20, yaitu 20 menit melihat gadget, dan 20 menit istirahat."

"Kemudian ada metode 40-10. Artinya menatap layar selama 40 menit, kemudian 10 menit mengistirahatkan mata. Ini bisa kita ajarkan kepada anak. Sayangnya, banyak sekolah belum mengerti pentingnya metode ini saat anak belajar," kata Dr. Aisah.

Baca juga: Anak Sering Main Gadget Selama Karantina, Kapan Harus Khawatir?

Lebih lanjut Dr. Aisah menjelaskan, ketika anak selesai belajar dan ingin bermain game, orangtua sebaiknya menyetujui keinginan anak, agar otak mereka dapat beristirahat.

"Kalau anak ingin main game, kasih waktu. Karena selama belajar, otak anak dalam kondisi tegang. Beri waktu supaya gelombang otak anak menjadi rileks dan apa yang ia pelajari bisa dicerna," katanya.

"Bikin kesepakatan dengan anak, berapa lama ia boleh main. Kesepakatan inilah yang membuat anak menjadi lebih paham tanpa merasa tertekan."

Baca juga: Hindari Candu Gadget, Perhatikan Tips Asuh Anak di Era Digital



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X