Beda Karakter Ikan Hias Cupang dan Guppy

Kompas.com - 05/08/2020, 09:21 WIB
Ikan hias guppy ShutterstockIkan hias guppy

KOMPAS.com – Sama-sama ikan hias yang banyak dipelihara karena keindahan sirip dan warnanya, ikan cupang dan ikan guppy ternyata memiliki karakter yang jauh berbeda.

Jika ikan cupang termasuk ikan dari Indonesia, ikan guppy yang berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan baru masuk ke Indonesia pada awal 1920-an. Pada mulanya ikan ini digunakan untuk memakan jentik nyamuk malaria.

“Seiring berkembangnya jumlah peminat ikan guppy, jenis ikan ini berkembang sangat banyak. Bahkan bisa dikatakan jenis ikan guppy saat ini yang paling banyak dibanding ikan hias lain,” kata Sahlan Rosyadi, President Indonesia Guppy Popularize Association, komunitas yang menaungi ribuan penghobi ikan guppy di seluruh Indonesia.

Jenis ikan guppy akan terus bertambah karena saat ini proses penyilangan dari breeder seluruh dunia terus dilakukan.

Baca juga: Ashanty dan Hobi barunya Memelihara Ikan Cupang

“Bahkan di Indonesia ada satu farm ikan guppy yang memiliki koleksi jenis ikan guppy lebih dari 150 jenis ikan guppy,” katanya.

Ia menjelaskan, perbedaan utama ikan guppy dan ikan cupang adalah karakternya. Ikan guppy memiliki karakter berkoloni dan tidak agresif dengan ikan guppy lainnya, sehingga bisa dipelihara bersama-sama dalam satu akuarium atau aquaspace.

“Kalau ikan cupang tidak bisa disatukan dengan ikan cupang lain. Sehingga kita harus menyediakan jumlah akuarium yang sama dengan jumlah ikan cupang yang dimiliki,” kata Sahlan.

Ikan cupang selain dikenal sebagai ikan hias juga sebagai ikan petarung.KOMPAS.com/M.AGUS FAUZUL HAKIM Ikan cupang selain dikenal sebagai ikan hias juga sebagai ikan petarung.

Harga ikan guppy juga relatif lebih murah dibanding ikan cupang. Harga ikan guppy paling mahal yang pernah tercatat terjual di Indonesia adalah Rp 4 juta per pasang. Sedangkan ikan cupang pernah terjual dengan harga mencapai Rp 10 juta per ekor.

Di masa pandemi ini, minat masyarakat memelihara ikan cupang dan ikan guppy terus meningkat. Selain sebagai hobi, banyak juga yang membudidayakan ikan ini. Prosesnya juga tidak terlalu sulit dan tak butuh tempat yang luas.

“Mudah-mudahan hal tersebut dapat memacu seluruh breeder ikan cupang dan ikan guppy untuk mempertahankan kualitas ikan dan  terus berinovasi untuk melahirkan jenis-jenis baru. Sebenarnya hal tersebut sangat dinantikan oleh penggemar ikan cupang dan ikan guppy,” kata Ahmad Taufik selaku Managing Director dari Swasti Farm yang dikenal sebagai farm ikan guppy paling besar & modern di Indonesia.

Baca juga: Gading Marten Bingung Gisel dan Gempi Keracunan Ikan Cupang



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X