Kompas.com - 05/08/2020, 13:58 WIB
Ashley Graham dan putranya, Isaac. Instagram @ashleygrahamAshley Graham dan putranya, Isaac.

KOMPAS.com - Model Ashley Graham(32) cukup dikenal sebagai sosok yang kerap menyampaikan pesan positif tentang tubuh (body positivity).

Perempuan yang baru saja melahirkan putranya, Isaac, Januari lalu ini beberapa waktu lalu mengunggah sebuah foto yang memiliki pesan mendalam tentang menjadi seorang ibu.

Foto tersebut diunggah dua hari lalu melalui akun Instagram miliknya, @ashleygraham. Graham mengunggah foto berbaring tanpa busana lengkap sambil memeluk putranya. 

Baca juga: Ashley Graham Pamerkan Stretch Mark Saat Menjadi Model Bikini

Foto itu diambil oleh sang suami yang juga fotografer Justin Ervin untuk majalah Elle digital edisi Agustus 2020.

Dalam wawancara, Graham turut menyinggung tentang berbagai saran yang diterimanya ketika hamil dan setelah melahirkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia hampir saja melakukan hal sama kepada perempuan hamil atau baru melahirkan yang ditemuinya, namun hal itu urung dilakukan.

"Ada beberapa anggota keluarga besarku yang hamil dan instingku ingin menyarankan mereka untuk melakukan ini dan itu," katanya kepada pewawancaranya, Kristen Bell.

"Namun setiap saat aku menghentikan diriku untuk melakukannya, karena aku tahu rasanya ketika semua orang mengatakan kepadaku tentang apa yang harus aku lakukan dan memberi daftar saran yang tidak aku minta."

Ia menambahkan, media sosial saat ini juga menjadi tempat terjadinya "mom-shamming" yang tidak terkontrol.

Menurutnya, orang-orang seharusnya diam saja dan membiarkan ibu baru tersebut mencari tahunya sendiri.

Graham memang dikenal sebagai figur yang selalu menyebarkan body positivity. Namun ternyata, ia juga pernah mengalami pergolakan batin ketika hamil.

Baca juga: Pesan Ashley Graham untuk Para Ibu di Hari Perempuan

Saat itu, model kelahiran 30 Oktober 1987 itu merasa harus menbayangkan kembali bagaimana hubungan dirinya dengan tubuhnya dan makhluk yang ada di dalam dirinya.

Berat badan Graham saat itu melonjak naik dan itu membuatnya kembali merenung.

"Kemudian muncul stretch marks di perutku. Bagiku saat itu seperti, "ya Tuhan. Aku tidak percaya ini terjadi"," ujar mantan model sampul Sports Illustrated Swimsuit itu.

Awalnya ia merasa hancur, namun saat bertemu Isaac segalanya berubah. Graham meyakini apa yang dimilikinya saat itu adalah dambaan semua perempuan.

"Ini bukan hanya luka pertempuran. Ini adalah sesuatu yang telah mengubah hidupku selamanya, dan aku akan merayakan tubuh baruku ini," katanya.

Merayakan setiap detik bersama putranya bagi Graham adalah sebuah mimpi yang menjadi nyata.

Di masa pandemi, ia dapat menghabiskan waktu lebih banyak bersama putranya. Namun jika kelak memiliki anak lagi, Graham merasa khawatir jika ia tidak bisa meluangkan perhatian yang sama besarnya.

"Aku merasa tidak enak untuk anak berikutnya, karena aku tidak tahu apakah mereka akan dapat perhatian seperti ini atau tidak," ungkapnya.

Pandemi juga menjadi momen di mana Graham mengatur lebih baik waktu tidur putranya. Menurutnya, Isaac sangatlah terlatih. Sang putra hanya bangun satu atau dua kali di malam hari, sehingga tidak terlalu membuat stres ibunya.

"Aku merasa bisa istirahat 100 persen, aku tidak menderita setiap harinya karena misalnya dia tidak tidur sepanjang malam," kata Graham.

Baca juga: Pakai Baju Renang dan Pamer Selulit, Ashley Graham Banjir Pujian



Sumber FOXNEWS
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.