Studi: Vitamin D Tidak Efektif Mencegah Depresi pada Orang Dewasa

Kompas.com - 06/08/2020, 09:15 WIB
Ilustrasi vitamin D shutterstockIlustrasi vitamin D

KOMPAS.com - Berjemur di bawah sinar matahari dapat membuat tubuh menghasilkan vitamin D, dan itu dianggap sebagai cara untuk memperbaiki suasana hati seseorang.

Walau demikian, studi terbaru menunjukkan vitamin D tidak mengurangi risiko depresi dalam jangka panjang.

Vitamin D dikenal sebagai "vitamin sinar matahari" karena kita memproduksinya secara alami ketika kulit terpapar sinar matahari.

Baca juga: Perhatikan, Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Vitamin D

Namun, vitamin ini tidak lebih baik daripada plasebo dalam meningkatkan kesehatan mental dari waktu ke waktu, menurut studi yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association (JAMA).

Para peneliti dari beberapa lembaga medis mengamati 18.353 orang dewasa berusia 50 dan orang lebih tua yang tidak memiliki gejala depresi, kemudian memetakan gejala kesehatan mental mereka selama lima tahun.

Setengah dari peserta mengonsumsi suplemen 2.000 IU (unit internasional) vitamin D sehari, lebih dari dua kali lipat rekomendasi harian. Setengah peserta lainnya mengonsumsi plasebo.

Di akhir studi, para peneliti tidak menemukan perbedaan signifikan dalam tingkat gejala depresi, antara orang yang mengonsumsi vitamin D dan mereka yang tidak.

Selain itu, tidak ada perbedaan signifikan dalam laporan peserta tentang suasana hati mereka dari waktu ke waktu.

Ini menunjukkan, vitamin D bukan pengobatan yang efektif untuk mencegah depresi pada orang dewasa dalam jangka panjang, setidaknya untuk populasi umum.

Baca juga: Asupan Vitamin D Dosis Tinggi Tak Terbukti Dapat Obati Covid-19

Studi sebelumnya telah mengaitkan kekurangan vitamin D dengan risiko depresi yang lebih besar, sehingga tujuan penelitian ini adalah melihat apakah suplemen vitamin D dapat membantu mengurangi risiko tersebut.

Namun, studi itu bersifat observasional, memungkinkan faktor-faktor lain selain vitamin D membuat perbedaan dalam tingkat depresi.

Studi lainnya juga menemukan, bahwa suplemen vitamin D tidak membuat perbedaan dalam mengurangi risiko depresi.

"Satu masalahnya adalah kita benar-benar membutuhkan partisipan studi dalam jumlah banyak untuk mengetahui apakah pengobatan membantu mencegah perkembangan depresi atau tidak."

Begitu kata Dr. Olivia I. Okereke, penulis utama studi dan profesor psikiatri di Harvard Medical School.

Baca juga: Manfaat Sinar Matahari Tetap Lebih Baik Ketimbang Suplemen Vitamin D

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X