Berkaca Kasus Hadi Pranoto, Bisakah Obat Herbal Sembuhkan Covid-19?

Kompas.com - 06/08/2020, 12:12 WIB
Ilustrasi obat herbal, ilmuwan sedang meracik obat herbal. Shutterstock/paulynnIlustrasi obat herbal, ilmuwan sedang meracik obat herbal.

KOMPAS.com - Di awal masa pandemi, kita masih ingat betul obat dan tanaman herbal diserbu oleh masyarakat karena dianggap bisa mencegah Covid-19.

Belakangan, obat herbal kembali diperbincangkan karena sosok Hadi Pranoto yang mengklaim menemukan herbal Antibodi Covid-19.

Bagaimana sebenarnya, apakah bahan herbal memang dapat mengobati Covid-19?

Baca juga: Bahaya Klaim Palsu Obat Covid-19 Menurut Pakar

Konsultan Herbal sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr. Inggrid Tania, M.Si menjelaskan, saat ini belum ada obat konvensional atau herbal yang bisa menyembuhkan Covid-19 secara meyakinkan.

Selama ini jamu atau herbal sudah banyak digunakan namun lebih untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga respons imun lebih optimal.

Klaim tentang obat herbal sebagai penyembuh atau pencegah Covid-19 menurutnya harus melalui serangkaian uji klinis.

"Kalau belum, kita hanya bisa bilang obat herbal tersebut sekadar bisa meningkatkan imunitas tubuh."

Hal itu diungkapkan Tania dalam sesi kulwap media, Rabu (5/8/2020) malam.

Baca juga: Ragam Herbal dan Biji-Bijian yang Ampuh Dongkrak Daya Tahan Tubuh

Beberapa tanaman herbal yang dapat meningkatkan imunitas tubuh antara lain kunyit, jahe, meniran, sambiloto, sirsak, kulit manggis, dan lainnya.

Tania menambahkan, masyarakat sebetulnya bisa membuat campuran atau ramuan herbal dari resep-resep yang ada di buku atau dari petunjuk para ahli dan dokter.

Namun, ramuan tersebut tidak bisa dikatakan untuk mencegah atau menyembuhkan Covid-19.

"Itu ramuan untuk misalnya memelihara kesehatan, meningkatkan vitalitas, meningkatkan daya tahan tubuh, dan bagus kalau dikonsumsi bersama keluarga," katanya.

Selama diramu dengan cara yang benar, pengobatan herbal aman untuk dikonsumsi masyarakat. Jika masyarakat ingin membelinya, pastikan herbal atau jamu tersebut sudah memiliki izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan izin edarnya asli.

"Jadi memang sudah ada jaminan aman, bisa dikonsumsi," tuturnya.

Baca juga: Tak Semua Minuman Herbal Baik dan Sehat untuk Dikonsumsi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X