Kompas.com - 07/08/2020, 12:06 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Duduk terlalu lama bisa berdampak negatif bagi kesehatan kita, seperti meningkatkan risiko obesitas hingga kematian dini.

Menurut studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise, terdapat satu cara untuk mencegah risiko dari duduk terlalu lama, yaitu latihan daya tahan tubuh atau endurance.

Dalam studi tersebut, 10 pria yang biasa bersepeda dan sembilan pria yang tidak pernah melakukan latihan endurance berpartisipasi dalam pengujian menggunakan sepeda stasioner dan diamati aliran darah dari arteri poplitea.

Arteri poplitea adalah arteri utama yang membentang di setiap kaki.

Partisipan diteliti sebanyak dua kali, satu setelah aktivitas sehari-hari dan satu lagi setelah duduk selama tiga jam.

Pada semua kelompok, aliran darah di arteri poplitea terlihat berkurang selama periode duduk, tetapi penurunan itu terlihat lebih signifikan pada mereka yang tidak melakukan latihan endurance.

Hal ini kemungkinan besar dapat memengaruhi fungsi endotel --membran sel yang melapisi jantung dan pembuluh darah yang bekerja untuk memompa darah ke jantung kita.

"Duduk terlalu lama akan menyebabkan rendahnya aliran darah ke kaki, yang memicu penurunan produksi oksida nitrat di pembuluh darah."

Demikian kata penulis utama studi, Takuma Morishima, Ph.D., asisten profesor di Sports Research Center di Hosei University, Tokyo, kepada Runner's World.

Baca juga: Ganti Waktu Duduk dengan Aktivitas Fisik Agar Hidup Lebih Lama

ilustrasi bersepeda ilustrasi bersepeda
Morishima mengatakan, oksida nitrat --yang diproduksi oleh sel, dan meningkatkan aliran darah serta menurunkan tekanan darah-- berperan penting dalam pengaturan kesehatan pembuluh darah.

Karena itu, penurunan produksi oksida nitrat memiliki efek langsung pada pembuluh darah di seluruh tubuh, terutama bagi jantung.

Ini bukan studi pertama yang mengaitkan duduk terlalu lama dan fungsi endotel yang buruk.

Penelitian terdahulu menunjukkan, fungsi endotel yang buruk bisa jadi karena kaki ditekuk dalam waktu lama, sebab hasil serupa terlihat pada orang-orang yang tidur berbaring tetapi satu kakinya ditekuk.

Studi ini menarik karena menyebutkan efek duduk terlalu lama dapat dicegah dengan lebih banyak latihan ketahanan.

"Jenis pelatihan ini dikenal untuk meningkatkan fungsi endotel," kata Morishima.

"Meskipun disebabkan oleh beberapa faktor fisiologis, peningkatan sintesis oksida nitrat adalah mekanisme yang digunakan latihan endurance untuk meningkatkan fungsi endotel."

Dengan kata lain, ketika kita berlatih secara teratur, tubuh kita belajar membuat oksida nitrat sebagai cara untuk menjaga sistem kardiovaskular kita tetap efisien.

Jika kita duduk sesaat dan mendapatkan lebih sedikit oksida nitrat, latihan yang telah kita lakukan dapat mengimbangi kekurangan oksida nitrat saat duduk.

Jadi, latihan tidak hanya membuat kita bergerak, melainkan juga mencegah beberapa bahaya dari duduk terlalu lama.

Baca juga: Kebanyakan Duduk Sama Mematikannya dengan Merokok, Apa Alasannya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.