3 Cara Mengatasi Masalah Berat Badan Anak

Kompas.com - 10/08/2020, 19:54 WIB
Ilustrasi anak makan sayur anurakpongIlustrasi anak makan sayur

KOMPAS.com - Pipi tembam, tangan dan kaki berlipat bak roti sobek memang membuat anak-anak tampak menggemaskan.

Tapi ingat, anak yang lebih gemuk tak berarti lebih sehat. Daya tarik gemuk itu justru dengan cepat bisa menjadi masalah kesehatan.

“Adalah normal bagi seorang anak untuk bertubuh langsing antara usia 2 hingga 5 tahun,” kata dokter anak Roy Kim, MD.

“Anak akan terlihat paling kurus selama masa pertumbuhannya saat mereka mulai masuk taman kanak-kanak.”

Baca juga: Cegah Berat Badan Kurang dengan Memantau Berat Badan Anak

Namun, sulit untuk melihat berat badan yang sehat hanya dengan mata. Itulah mengapa semua anak harus mengunjungi dokter secara teratur untuk memastikan indeks massa tubuh (BMI) mereka dalam kisaran yang sehat, antara persentil ke-5 hingga ke-85.

BMI pada atau di atas persentil ke-85 diklasifikasikan sebagai kelebihan berat badan dan di atas persentil ke-95 dianggap obesitas. Hal itu dapat membawa banyak penyakit, di antaranya:

- Tekanan darah tinggi dan / atau kolesterol.

- Penumpukan lemak di hati.

- Asma yang memburuk.

- Gangguan tidur, termasuk mendengkur dan sleep apnea, yang dikaitkan dengan masalah perilaku.

Yang mengejutkan, Pusat Pengendalian Penyakit di AS melaporkan bahwa sekitar 18,5% anak-anak di Amerika Serikat antara usia 2 hingga 19 tahun mengalami obesitas. Tapi apa yang bisa dilakukan untuk menurunkan angka yang meroket itu?

Dr. Kim menyarankan tiga hal yang dapat dilakukan - dan solusinya bergantung pada orangtua untuk membantu anak mempertahankan berat badan yang sehat.

Baca juga: Trik Membiasakan Anak Makan Sarapan

Anak-anak lebih cenderung membuat pilihan yang sehat jika orangtua memimpin dengan memberi contoh.

1. Bermain

Bermain secara aktif adalah cara terbaik bagi balita dan anak kecil untuk berolahraga. Jadi, ajaklah balita bermain aktif dengan bermain petak umpet atau bermain bola.

Orangtua juga dapat mengajak anak bermain di taman. Biasanya anak-anak akan senang berlari-lari saat berada di taman yang luas. Atau bisa juga mengajak anak berjalan-jalan sore di sekitar area tempat tingga.

“Bergeraklah aktif dengan anak-anak,” kata Dr. Kim. “Jangan suruh mereka keluar dan melakukan sesuatu. Tetapi, lakukanlah bersama mereka. ”

Pedoman yang baik adalah 60 menit aktivitas aerobik per hari untuk anak-anak usia 6 tahun ke atas, tetapi sesi ini dapat dibagi menjadi lebih dari satu sesi.

CDC juga merekomendasikan, untuk mendorong anak melakukan aktivitas aerobik setidaknya tiga hari seminggu untuk membuat jantung mereka berdetak lebih cepat dan membuat mereka bernapas lebih cepat.

Jangan lupa untuk menyertakan aktivitas penguatan otot dan penguatan tulang, seperti melompat dan memanjat. Penguatan otot ditambahkan setelah usia 5 tahun.

“Seminggu sekali, lakukan aktivitas fisik yang menyenangkan bersama keluarga,” kata Dr. Kim. “Ini adalah cara yang bagus untuk menjadi teladan gaya hidup aktif untuk anak-anak kita.”

Baca juga: 6 Manfaat Bermain bagi Anak, dari Fisik hingga Emosional

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X