Kompas.com - 11/08/2020, 17:16 WIB

KOMPAS.com - Sulit untuk dipungkiri jika Steph Curry layak disebut sebagai salah satu atlet bola basket paling fenomenal di dunia.

Perjalanannya ke lima partai puncak kompetisi NBA secara beruntun bersama Warriors, Golden State telah mengukir sejarah emasnya.

Dia menjadi jantung dari kekuatan Warriors, dengan kemampuannya mengatur tempo permainan, dan melepaskan tembakan tiga angka yang mematikan, seperti rekannya di Klay Thompson.

Baca juga: Bocah 9 Tahun Diajak Desain Sepatu Stephen Curry

Curry -seperti bintang bola basket terkenal lainnya, memiliki sepatu signature-nya sendiri.

Curry terikat kontrak dengan Under Armour -yang juga baru saja menandatangani kontrak dengan Joel Embiid.

Kontrak Curry saat ini dengan Under Armour seharusnya berlaku hingga 2024, tetapi beberapa perubahan besar mungkin akan terjadi pada kesepakatan tersebut.

Seperti yang dilakukan Nike dengan Michael Jordan, Under Armour mungkin memberi Steph mereknya sendiri.

Ini berarti Steph akan memiliki label bak Michael Jordan, di bawah panji Under Armour.

Dengan mempertimbangkan seberapa besar kesuksesan Nike dengan merek Jordan, masuk akal bagi perusahaan lain mencari bintang yang bersedia memiliki hubungan seperti itu.

Hubungan Steph dengan Under Armour mengalami saat-saat menegangkan. Curry hampir meninggalkan merek itu pada 2018 setelah menemui jalan buntu dalam kesepakatan.

Baca juga: Stephen Curry Dapat Sneakers Custom dari SBTG

Penjualan sepatu Curry sempat lesu, yang membuat Steph kesal dengan perusahaan tersebut.

Pihak UA -sebaliknya, kesal karena Curry tidak akan mewakili merchandise UA di pertandingan NBA.

Namun, Curry tetap tinggal. Di sinilah rumor merek awal untuk Curry bermula, tetapi berita tentang hal itu tak terlalu gaduh.

Di awal karirnya, Steph menandatangani kontrak dengan Nike untuk kontrak sneaker pertamanya. Ini terjadi karena dia adalah penggemar merek tersebut.

Curry bukanlah seorang superstar dan hanya mendapat kesepakatan dasar pada saat itu.

Ketika saatnya tiba untuk pembaruan, Nike membuat kesalahan yang membuat Curry pergi.

Salah satunya adalah karena Nike lupa menghapus nama Kevin Durant dari presentasi yang ditujukan untuk Curry.

Dia lalu pergi untuk bergabung dengan Under Armour. Steph menjadi superstar setelah tahun 2014, bertepatan dengan masa dia meninggalkan Nike menuju UA.

Baca juga: Mengapa Stephen Curry Layak Dijuluki Pria Sejati

Nah, kebangkitan Steph telah membantu UA meledak dalam profitabilitas.

UA beralih dari Brandon Jennings yang semua menjadi andalan mereka ke Steph Curry.

Sekarang, mereka ingin membangunnya dengan membiarkan Curry memiliki merek atas namanya sendiri. Kita tunggu saja...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.