Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/08/2020, 19:58 WIB
Gading Perkasa,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

"Kecemburuan alami dapat dibicarakan dan diselesaikan dengan pasangan. Bahkan dalam hubungan yang sehat dan aman, wajar untuk menganggap orang lain menarik."

Dr. Borschel mengatakan, kecemburuan bisa menjadi indikasi masalah mendasar lain dalam hubungan.

"Orang yang saling bergantung cenderung menghargai dan memprioritaskan hubungan mereka lebih dari orang yang mandiri."

"Saling ketergantungan yaitu mempunyai hobi, tujuan, dan identitas yang sama, hubungan di mana kedua pasangan dapat mengandalkan satu sama lain untuk kebutuhan emosional dan fisik," tutur Dr. Borschel.

Baca juga: Kenali Tipe Cemburu yang Bermanfaat bagi Hubungan

Namun, ketika orang menjadi terlalu mandiri, mereka bisa takut akan keintiman. Hal itu bisa memicu perasaan diabaikan dan cemburu pada pasangannya.

"Di saat orang saling bergantung, mereka bisa cemburu jika merasa kurang mendapat perhatian."

"Berbohong, menggoda, dan berkhianat adalah alasan lebih jelas mengapa orang menjadi cemburu."

Jika sebuah hubungan dalam kondisi aman, keduanya dapat berbicara secara terbuka tentang apa yang membuat mereka cemburu.

Satu pihak dapat mendengar dan mengakuinya, serta percakapan terbuka dapat terjadi.

Namun, jika pasangan kita memeriksa ponsel, membuntuti, mengisolasi atau menginterogasi kita, hal itu bisa menjadi tanda bahaya dari masalah selain rasa cemburu.

Borschel mengingatkan, tindakan tersebut adalah tanda kita berpotensi mengarah ke hubungan yang penuh kekerasan.

Baca juga: Cemburu Tak Selalu Tanda Sayang

"Jika salah satu pasangan selingkuh, cemburu yang ekstrem bisa masuk akal."

"Namun, jika ada kecemburuan ekstrem tanpa kebohongan atau perselingkuhan, itu merupakan tanda bahaya bahwa pasangan yang cemburu sebenarnya justru selingkuh atau berbohong," kata Dr. Borschel.

Ia menuturkan, terkadang orang memproyeksikan perilaku mereka kepada orang lain.

"Kecemburuan ekstrem juga bisa jadi tanda bahaya yang perlu dikendalikan pasangan agar merasa aman."

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com