Kompas.com - 11/08/2020, 19:58 WIB

"Di saat orang saling bergantung, mereka bisa cemburu jika merasa kurang mendapat perhatian."

"Berbohong, menggoda, dan berkhianat adalah alasan lebih jelas mengapa orang menjadi cemburu."

Jika sebuah hubungan dalam kondisi aman, keduanya dapat berbicara secara terbuka tentang apa yang membuat mereka cemburu.

Satu pihak dapat mendengar dan mengakuinya, serta percakapan terbuka dapat terjadi.

Namun, jika pasangan kita memeriksa ponsel, membuntuti, mengisolasi atau menginterogasi kita, hal itu bisa menjadi tanda bahaya dari masalah selain rasa cemburu.

Borschel mengingatkan, tindakan tersebut adalah tanda kita berpotensi mengarah ke hubungan yang penuh kekerasan.

Baca juga: Cemburu Tak Selalu Tanda Sayang

"Jika salah satu pasangan selingkuh, cemburu yang ekstrem bisa masuk akal."

"Namun, jika ada kecemburuan ekstrem tanpa kebohongan atau perselingkuhan, itu merupakan tanda bahaya bahwa pasangan yang cemburu sebenarnya justru selingkuh atau berbohong," kata Dr. Borschel.

Ia menuturkan, terkadang orang memproyeksikan perilaku mereka kepada orang lain.

"Kecemburuan ekstrem juga bisa jadi tanda bahaya yang perlu dikendalikan pasangan agar merasa aman."

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.