Kompas.com - 12/08/2020, 14:34 WIB
Ilustrasi rambut rontok zneb076Ilustrasi rambut rontok

KOMPAS.com - Rambut rontok adalah momok bagi kaum hawa. Penyebab kerontokan rambut sendiri bermacam-macam, namun ternyata infeksi Covid-19 juga bisa jadi pemicunya.

Aktris asal Amerika Serikat, Alyssa Milano baru-baru ini mengunggah rambut rontoknya terkait Covid-19 di akun media sosialnya.

Survei yang dilakukan Natalie Lambert, PhD. dari Indiana University School of Medicine and Survivor Corps, kelompok pendidikan akar rumput untuk penyintas Covid-19, juga menemukan seperempat orang dengan gejala virus tersebut mengalami kerontokan rambut.

Mereka kemungkinan besar mengalami kondisi rambut rontok yang disebut telogen effluvium, dan siapa pun bisa mengalami kerontokan serupa meskipun tidak menderita Covid-19.

Telogen effluvium merupakan kondisi saat rambut berhenti tumbuh dan akhirnya rontok setelah stres parah atau peristiwa traumatis.

Baca juga: Penyebab Kerontokan Rambut Wanita yang Harus Diwaspadai

Dokter dermatologi Christine Shaver, M.D., dari Bernstein Medical Center For Hair Restoration telah melihat jenis kerontokan rambut ini pada orang yang menderita infeksi Covid-19. Namun, ternyata banyak juga pasien yang sebenarnya tidak terinfeksi tetapi stres akibat pandemi.

"Meskipun infeksi virus corona adalah penyebab umum telogen effluvium, rambut rontok yang semakin banyak dapat terjadi akibat stres berat seperti kehilangan pekerjaan, kematian orang yang dicintai, atau perubahan besar dalam gaya hidup, seperti diet ketat atau olahraga ekstrem," kata Shaver.

Walau begitu, semua sumber stres itu terkait dengan pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum bisa ditangani.

Baca juga: Rambut Alyssa Milano Rontok Usai Terinfeksi Covid-19, Apa Sebabnya?

Mengapa stres atau penyakit membuat rambut rontok

Ketika tubuh mengalami hal-hal lain untuk difokuskan, seperti mengatasi stres ekstrem atau melawan penyakit, sebagian rambut kita memasuki fase istirahat agar tubuh dapat fokus pada tugas yang lebih penting.

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

Kemudian, di saat tubuh kita siap memulai kembali pertumbuhan rambut, pertumbuhan rambut baru tersebut dapat mendorong rambut lama.

Seringkali, rambut akan rontok tiga hingga enam bulan setelah memasuki fase istirahat. Jadi, jika kita mengalami kejadian besar pada hidup kita di bulan Maret, bisa jadi kita baru melihat efeknya di bulan Agustus.

Banyaknya jumlah helai rambut yang rontok

Kondisi telogen effluvium bukan hanya mengakibatkan belasan rambut jatuh. Jumlah rambut yang rontok jauh lebih banyak, dan bisa terlihat di kamar mandi, sisir, atau bahkan di seluruh tempat di mana kita duduk.

"Biasanya, sekitar 15 persen rambut kita berada dalam fase istirahat. Selama telogen effluvium, ada proporsi rambut lebih tinggi yang dapat memasuki telogen sebelum waktunya dan bisa sampai 50 persen," kata Shaver.

Jumlah rambut yang rontok berbeda untuk setiap orang, namun ia mengatakan hal itu tergantung dari tingkat keparahan akibat stres.

Baca juga: Lakukan 5 Perubahan Sederhana agar Rambut Lebih Kuat

Apakah rambut bisa tumbuh kembali?

Bagi kebanyakan orang yang mengalami kerontokan rambut sebagai respon terhadap stres, rambut akan kembali tumbuh.

"Setelah penyebab stres teratasi, maka rambut secara perlahan akan kembali ke siklus normalnya, dan pada akhirnya tumbuh dengan sempurna," ucap Shaver.

Perlu waktu satu hingga tiga bulan agar kerontokan rambut melambat atau berhenti, dan hingga dua tahun sampai rambut benar-benar kembali seperti semula.

"Sangat penting untuk bersabar karena telogen effluvium akan sembuh sendiri. Tapi penyebab stres lebih lanjut harus coba dikelola," katanya.

Meskipun tidak ada obat atau perawatan untuk telogen effluvium, ada baiknya menemui dokter kulit jika tiba-tiba kita mengalami peningkatan kerontokan rambut.

Baca juga: Nana Mirdad Memanjangkan Rambut Demi Ayah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber menshealth
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.