Kompas.com - 12/08/2020, 19:26 WIB
Locals Unite Forum yang digelar Tehbotol Sosro untuk mengajak brand lokal menunjukkan kreasinya. Dok. Tehbotol SosroLocals Unite Forum yang digelar Tehbotol Sosro untuk mengajak brand lokal menunjukkan kreasinya.


KOMPAS.com - Berbagai bentuk kreativitas semakin bermunculan di masa pandemi Covid-19.

Banyak orang bahkan mencoba hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah dilakukan, termasuk membangun brand sendiri.

Namun, membangun sebuah merek bukanlah hal yang mudah, apalagi jika ingin brand kita kelak menjadi ikonik atau bisa bertahan dalam waktu lama.

Penggiat brand lokal, Arto Biantoro berbagi lima tips sukses membangun label yang ikonik. Apa saja?

1. Orisinalitas

Menurut Arto, banyak orang yang membangun brand karena meniru merek lain.

Baca juga: #LocalsUnite, Inisiatif Teh Botol Sosro Bagi Kreator Muda Indonesia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Brand yang menjadi inspirasi tersebut kemudian masuk ke pikiran mereka, sehingga mereka membentuk brand-nya seperti brand panutan tersebut.

Padahal, Indonesia mempunyai banyak sekali ide untuk digali. Ide orisinal yang dibangun secara konsisten, menurut dia bisa menjadi sebuah ide yang sangat bagus.

"Inspirasi boleh saja, tapi selalu cari dan temukan orisinalitas itu," katanya dalam Locals Unite Forum, Rabu (12/8/2020).

Langkah ini, menurut Arto adalah kunci. Sebab, jika sebuah brand gagal di langkah ini atau tidak menemukan orisinalitas mereka, maka proses-proses selanjutnya akan lebih sulit.

Bagaimana menemukan kreativitas dengan cara yang sederhana? Arto membagikan tiga triknya, yakni

- Menjual barang yang sama (dengan orang), namun dengan cara yang berbeda.

- Menjual barang yang beda, namun dengan cara yang sama, atau

- Menjual barang yang beda dengan cara yang beda pula.

Sepatu kolaborasi Tehbotol Sosro x Sage.Instagram @sage_footwear Sepatu kolaborasi Tehbotol Sosro x Sage.

2. Profit

Semua perusahaan mengejar profit. Namun, jika ingin memiliki label yang bisa bertahan dalam jangka panjang, cobalah melihat faktor-faktor lainnya.

Arto menyebut faktor tersebut adalah "people (manusia)", "planet" dan "purpose (tujuan)".

"Caranya, temukan masalah yang ada di sekitar kita dan jalankan bisnis berlandaskan 3P tadi. Bisa punya potensi menjadi brand yang ikonik," ungkap dia.

3. Butuh waktu

Label yang bagus dibangun melalui sebuah proses panjang. Sayangnya, banyak orang tidak sabar dan menginginkan hasil instan.

Arto menambahkan, dibutuhkan sebuah konsistensi untuk menjalankan brand selama bertahun-tahun.

Konsistensi bukan hanya ide yang bagus, tetapi juga menemukan ide baru dalam setiap tahap perjalanan merek.

Baca juga: Mari, Wujudkan Support System Brand Lokal di Indonesia

Jika hal itu tidak bisa dicapai, maka sebuah brand akan sulit menjadi ikonik atau berjalan dalam jangka waktu panjang.

"Banyak brand hebat di lima tahun pertama, tapi lima tahun berikutnya turun," ucapnya.

4. Fokus membangun relasi

Jangan hanya fokus membeli peralatan untuk menunjang bisnis, hanya karena tidak mau berbagi profit dengan orang atau industri lain.

Membangun relasi adalah hal yang penting untuk membuat sebuah brand yang ikonik. Cobalah ambil jika kesempatan untuk berkolaborasi dengan pihak lain.

"Jadi enggak bicara lagi bagaimana soal berkompetisi, tapi sharing ekonomi, kolaborasi."

"Kalau punya pasar yang besar sebaiknya sharing untuk membangun pasar bersama," tutur dia.

5. Mengembangkan ilmu

Cobalah mengembangkan ilmu tidak hanya berkaitan dengan ranah teknis yang berhubungan dengan produksi atau pengembangan pasar.

Kembangkanlah kemampuan di ranah lain yang masih berhubungan dengan target pasar.

Misalnya, mempelajari perilaku orang-orang di berbagai daerah untuk mengembangkan bisnis di daerah-daerah tersebut.

Cobalah memecahkan masalah yang dibutuhkan pasar.

"Kalau bicara brand bukan hanya bisnisnya, rapi semua visi yang ada dalam proses dan itu adalah investasi," kata Arto.

Baca juga: Nonton Asian Games, Jokowi Pakai Jaket Brand Lokal Seharga Rp 375.000

Dukungan untuk brand lokal

Dukungan dari luar juga diperlukan oleh para pemilik brand lokal agar bisnisnya semakin berkembang.

Menjelang 75 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, Tehbotol Sosro menggandeng lima kolaborator di Locals Unite untuk menciptakan brand yang ikonik.

Brand tersebut adalah Sage Footwear, Kokumi, Brodo, dan Mr. S Custom, serta Bake Ground.

Namun, ke depannya brand lain juga memiliki potensi untuk berkolaborasi bersama dengan Tehbotol Sosro.

Ide kolaborasi dapat didaftarkan melalui microsite #LocalsUnite, www.localsunite.co.id.

Microsite tersebut diharapkan dapat menjadi wadah berkumpul brand lokal untuk bertukar pikiran dan saling membantu.

Kriterianya antara lain brand tersebut merupakan produk asli Indonesia dan mempunyai target pasar anak muda, memiliki ide orisinil dan kreatif, mau berkolaborasi bersama.

Lalu, untuk usaha kecil dan menengah (UKM) sudah berjalan minimal satu tahun.

Meski begitu, kamu yang memiliki ide namun belum punya bisnis juga bisa mencoha mendaftar, loh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.