Kompas.com - 16/08/2020, 14:18 WIB
Desain Cyclone Bike yang diunggah melalui akun Instagram. Instagram @cyclone_bikeDesain Cyclone Bike yang diunggah melalui akun Instagram.


KOMPAS.com - Jumlah pehobi bersepeda yang meroket selama pandemi Covid-19 sepertinya masih akan terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan.

Demam sepeda buatan Inggris, Brompton yang beberapa waktu lalu mulai memuncak pun, kian menuntun merek-merek/perajin sepeda lokal meniru dan kecipratan order.

Nah, ada satu lagi merek sepeda lokal yang tengah menggodok "sepeda ala Brompton" versi mereka, yakni Cyclone Bike.

Baca juga: Lihat, Jokowi Gaya Pakai Kreuz, Sepeda Brompton Asal Bandung

Merek sepeda asal Sidoarjo Jawa Timur ini tengah menyelesaikan prototype sepeda mereka untuk kemudian diperkenalkan ke pasar, bulan ini.

"Sekarang prototype-nya sedang dibuat. Semoga bulan ini selesai."

"Setelah selesai kami tunjukkan melalui video kalau ini sudah selesai, setelah itu open PO," ungkap Product Owner & Manager Cyclone Bike, Nurahman kepada Kompas.com, Minggu (16/8/2020).

Rahman bercerita, dia memang berencana memproduksi sepeda sejak beberapa waktu lalu.

Di saat yang sama, ia yang seorang fasilitator Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) mendapati banyak usaha kecil dan menengah (UKM) tidak mendapatkan pesanan di masa pandemi corona.

Melihat animo tinggi masyarakat terhadap sepeda dalam beberapa waktu terakhir, Rahman pun memutuskan untuk serius merencanakan produksi sepeda ini.

Dia lalu menggandeng tak kurang dari 20 UKM di Sidoarjo.

Baca juga: Cerita Brompton Mahal Dikira Sepeda Kreuz Bandung, duh...

Ternyata, respons pasar terhadap desain sepeda Cyclone cukup baik.

Hingga berita ini ditulis, akun Instagram @cyclone_bike sudah diikuti lebih dari 2.300 pengikut.

Namun, Rahman juga membuat grup Telegram untuk masyarakat yang memang berminat untuk pre-order proyek pertamanya ini.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Cyclone (@cyclone_bike) on Aug 11, 2020 at 5:11am PDT

"Grup di Telegram yang benar-benar minat mau beli, sekarang sudah 700-an lebih yang minat PO," ungkap dia.

Seperti diunggah di Instagram mereka, desain sepeda Cyclone mamang mirip dengan Brompton, namun mereka menyediakan sepeda tak hanya dengan roda 16 inci, tapi pun 20 inci.

Beberapa warna yang diunggah antara lain merah, hijau tosca, putih, dan hijau muda. Namun, menurut Rahman, itu masih rencana warna yang nantinya masih bisa diubah.

Dia juga mengakui, proyek pertama Cyclone memang sepeda lipat dengan desain mirip Brompton.

Baca juga: [VIDEO] Kreuz, Sepeda “Brompton” Buatan Bandung

Untuk sementara waktu, mereka juga hanya akan bermain di sepeda lipat. Alasannya, antusiasme pasar terhadap sepeda lipat mirip Brompton terlihat amat baik.

"Ini untuk cek ombak di pasar gimana sih terkait produk lokal," kata dia.

"Kalau proyek pertama ini oke, rencananya akhir tahun saya keluarkan desain sendiri, tetap sepeda lipat."

"Tapi nanti kemungkinan akan masuk ke sepeda-sepeda lain," tutur dia.

Pengikut jejak Brompton

Desain Cyclone Bike yang diunggah melalui akun Instagram.Instagram @cyclone_bike Desain Cyclone Bike yang diunggah melalui akun Instagram.
Rahman tak menampik jika Cyclone pada awalnya meniru Brompton.

Karena itu pula merek sepeda ini diberi nama Cyclone, diambil dari kata dalam Bahasa Inggris "Clone" yang berarti "menggandakan/meniru".

Namun, produk yang akan mereka buat tetap dimodifikasi kembali dengan spesifikasi yang berbeda. Mulai dari ukuran roda, gear, hingga rem.

"Brompton kan cuma 16, kami ada 16 inch dan 20 inch, bisa external gear dan disc brake," ujar dia.

Baca juga: Rela Bayar DP Rp 1,75 Juta dan Inden 2 Tahun demi Sepeda Kreuz

Cyclone memilih external gear karena spare part-nya cenderung lebih mudah ditemukan dan harganya lebih murah.

"Jadi orang bisa cari part jauh lebih mudah. Kalau untuk rem, kami pakai disc brake jadi secara tampilan lebih bagus," kata Rahman.

Harga frameset Cyclone nantinya berkisar Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta.

Menurut Rahman, harga ini juga menyesuaikan dengan merek lokal lain yang menjual sepeda lipat serupa demi menjaga pasar sesama UKM.

"Kan sama-sama UKM. Kalau saya jual lebih murah dari itu pasar mereka bisa mati," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.