Kompas.com - 19/08/2020, 15:15 WIB
Barbara Gicquel, 80 THE WASHINGTON POST/ JIM TURNER Barbara Gicquel, 80

“Penuh dengan kecemasan, depresi," kata dia.

"Ada rasa tidakpercaya bahwa mereka meyakini saya menggunakan doping untuk prestasi, ketimbang melihat bahwa saya hanya berusaha bertahan hidup."

Gicquel mulai bersepeda pada usia 57 tahun, dan tidak puas mengayuh di sekitar tempat tinggalnya.

Dua kali dia melintasi negara itu, mencoba mengendarai setiap velodrome di Amerika Serikat.

Dia telah balapan di berbagai ajang, dan melintasi berbagai jalur, mulai dari jalan yang curam, dan tikungan tajam.

“Balapan memotivasi saya untuk bekerja keras,” kata dia.

“Sangat menyenangkan bisa balapan, jadi saya telah bekerja keras hampir setiap hari untuk bisa melakukannya dengan baik.”

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seorang dokter pertama kali memberinya resep obat yang disebut Estratest pada tahun 2005 untuk mengobati bronkitis dan masalah yang berkaitan dengan menopause.

Dia juga menderita penyakit paru obstruktif kronik.

Sejak itu, dia meminum setengah tablet setiap dua hari dan, dia berkata, dia tidak terlalu memikirkan efeknya pada bersepeda.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.