Kompas.com - 20/08/2020, 17:15 WIB
Ilustrasi berkebun. Shutterstock.Ilustrasi berkebun.

 

6. Rusia: Tanam makananBaca juga: Merasa Lapar setelah Makan, Apa Sebabnya?

Rusia, yang memiliki iklim serupa dengan Kanada, menanam sayur dan buahnya sendiri. Ini membuat pola makan mereka otomatis lebih bergizi. Mereka bahkan mengawetkan makanan yang mereka tanam.

 

Ilustrasi makan bersama keluargaSHUTTERSTOCK Ilustrasi makan bersama keluarga

7. Meksiko: Makan besar di siang hari
Orang Meksiko makan makanan terbesar mereka antara jam 2 siang sampai 4 sore, bukan di malam hari.

Logika di balik ini adalah, jika Anda makan malam dengan porsi kecil, Anda akan bangun dengan perasaan lapar dan makan sarapan lebih banyak, yang mana kebiasaan sarapan baik untuk penurunan berat badan.

Ilustrasi tidur, kantuk di siang hariFreepik Ilustrasi tidur, kantuk di siang hari

8. Jepang: Tidur siang

Kurang tidur kronis menyebabkan penambahan berat badan. Itulah mengapa orang-orang di Jepang selalu tidur siang selama 20-30 menit untuk memenuhi kebutuhan tidurnya.

Banyak orang merasa lapar, padahal sebenarnya mereka mengantuk, jadi mereka makan camilan alih-alih tidur siang.

Selain itu, semakin sedikit waktu tidur, semakin rendah tingkat leptin – hormon yang membantu menginformasikan ke otak saat tubuh kenyang dan semakin tinggi tingkat ghrelin – hormon yang memicu rasa lapar.

Baca juga: Cukup 10 Menit, Tidur Siang Efektif Perbaiki Mood

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X