Covid-19 Tidak Dapat Ditularkan Melalui ASI

Kompas.com - 22/08/2020, 12:07 WIB
. VIA THINKSTOCK.

KOMPAS.com— Menjawab pertanyaan kritis apakah covid-19 dapat ditularkan melalui ASI (Air Susu Ibu) atau tidak, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa para ibu tak perlu khawatir untuk menyusui bayinya. 

Penelitian yang dipublikasikan dalam JAMA edisi online ini dilakukan oleh para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas California San Diego dan Universitas California Los Angeles.

Studi tersebut memeriksa 64 sampel ASI yang dikumpulkan oleh Mommy Milk Human Milk Research Biorepository dari 18 wanita di seluruh Amerika Serikat yang terinfeksi virus corona 2 (Covid-19).

Meskipun satu sampel dites positif RNA virus, tes selanjutnya menemukan bahwa virus tidak dapat bereplikasi, sehingga tidak dapat menyebabkan infeksi pada bayi yang disusui.

"Deteksi RNA virus tidak sama dengan infeksi. Ia harus tumbuh dan berkembang biak agar dapat menular dan kami tidak menemukannya dalam sampel," kata Christina Chambers, PhD, MPH, profesor kedokteran anak. 

“Penemuan kami menunjukkan bahwa ASI sendiri kemungkinan besar bukan sumber infeksi bagi bayi,” tambah Chambers.

Baca juga: 3 Faktor Penting yang Harus Dipahami demi Kelancaran Menyusui Bayi

Rekomendasi saat ini untuk mencegah penularan saat menyusui adalah kebersihan tangan dan mensterilkan peralatan pompa ASI setelah digunakan.

"Dengan tidak adanya data, selama ini beberapa wanita yang terinfeksi Covid-19 memilih untuk tidak menyusui sama sekali," kata Grace Aldrovandi, MD, kepala Divisi Penyakit Menular di UCLA Mattel.

“Kami berharap hasil dan penelitian kami di masa mendatang akan memberikan kepastian yang dibutuhkan wanita untuk menyusui. ASI memberikan manfaat yang tak ternilai bagi ibu dan bayi,” tambah Aldrovandi.

Pemberian ASI dini dikaitkan dengan penurunan risiko sindrom kematian bayi mendadak dan obesitas pada anak-anak, serta peningkatan kesehatan kekebalan dan kecerdasan.

Sementara itu, manfaat menyusui pada ibu dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah untuk kanker payudara dan ovarium, penyakit kardiovaskular, dan diabetes tipe 2.

Chambers mengatakan studi di masa depan tidak hanya akan melihat apakah ASI bebas dari virus, tetapi juga apakah ASI mengandung komponen antivirus aktif.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X