Kompas.com - 23/08/2020, 11:41 WIB
Ngemil dan bermalas-malasan CreativaImagesNgemil dan bermalas-malasan

KOMPAS.com - Perubahan aktivitas yang terjadi akibat pandemi membuat kita jarang berolahraga dan lebih sering menatap layar ponsel atau televisi di rumah.

Hal itu dapat berdampak pada kesehatan mental kita, menurut studi baru-baru ini yang diterbitkan di Cambridge Open Engage.

Studi tersebut mengumpulkan data tentang jumlah latihan, waktu menatap layar, dan kesehatan mental lebih dari 3.000 orang yang merupakan mahasiswa, staf, dan alumni Iowa State University mulai tanggal 3-7 April lalu.

Baca juga: Selain Menghasilkan Makanan, Memasak Bermanfaat untuk Kesehatan Mental

Hasil studi menunjukkan, mereka yang sebelumnya memenuhi jumlah aktivitas fisik yang disarankan (150 menit aktivitas sedang, 75 menit aktivitas berat, atau gabungan keduanya) tidak lagi memenuhi persyaratan tersebut.

Para partisipan juga melaporkan, memiliki masalah pada kesehatan mental mereka, menurut penulis studi Jacob Meyer, Ph.D., asisten profesor dan direktur Wellbeing and Exercise Laboratory di Iowa State University, kepada Runner's World.

"Orang-orang yang dulunya mengikuti panduan aktivitas fisik sebelum Covid-19 dan mereka yang tidak lagi memenuhi panduan, memiliki gejala depresi lebih tinggi daripada mereka yang terus mengikuti panduan," kata Meyer.

Partisipan dalam studi ini yang mengisolasi diri melaporkan waktu menatap layar (screen time) dan waktu duduk mereka rata-rata meningkat 20-30 persen.

Tidak jelas apakah waktu di mana mereka seharusnya beraktivitas berubah menjadi kebiasaan menatap layar sepanjang hari, meski hal itu memungkinkan.

Baca juga: Lewis Hamilton Aktif Membangun Mental dan Fisik Selama Masa Pandemi

Banyak orang tidak bersosialisasi dan tetap berada di rumah selama pandemi, sehingga ada kemungkinan mereka menatap layar lebih lama.

Mereka yang secara konsisten melaporkan waktu menatap layar kurang dari delapan jam sehari (baik sebelum dan sesudah pandemi) memiliki gejala depresi lebih rendah, dibandingkan 562 orang yang waktu menatap layarnya lebih dari delapan jam.

Meskipun studi ini belum ditinjau peneliti lain, hasilnya menunjukkan banyak orang mengurangi aktivitas fisik mereka dan menambah waktu duduk dan menatap layar selama awal pandemi Covid-19 di AS.

Perubahan ini dikaitkan dengan kesehatan mental yang lebih buruk, kata Meyer.

Baca juga: 4 Manfaat Hatha Yoga untuk Kesehatan Fisik dan Mental

"Temuan awal ini menunjukkan upaya mempertahankan aktivitas fisik dan membatasi waktu menatap layar harus dilakukan, juga mengenali potensi efek kesehatan mental jangka pendek dan jangka panjang dari Covid-19," kata Meyer.

Studi sebelumnya mengungkap, olahraga teratur seperti berlari atau yoga dapat membantu mengurangi depresi dan memperbaiki kesehatan mental kita.

Meski sedang berada di masa sulit seperti sekarang, coba kita ubah kebiasaan bersantai dengan yoga, berlari, atau berolahraga di ruang tamu.

Targetkan aktivitas fisik sedang selama 150 menit setiap minggu untuk membantu meningkatkan kesehatan fisik dan mental kita.

Baca juga: Baik untuk Kesehatan Mental, Berkebun Bisa Redakan Cemas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.