Kompas.com - 25/08/2020, 14:27 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

“Karena itu siapa yang bisa membimbing anak di situasi seperti demikian? Mau tidak mau adalah orangtua atau keluarga sebagai support sistem yang terdekat dengan anak,” tutur Irma.

“Kalau mau mengajarkan anak mengelola stres, tentu orangtua harus lulus dulu dalam mengelola stres yang dirasakannya,” imbuh dia.

Langkah orangtua

Irma mengungkapkan, orangtua harus menyadari, mereka adalah teladan, panutan atau role model bagi anak.

Untuk itu, selalu berusaha konsisten menunjukkan bagaimana bersikap positif, dan pengendalian diri dalam pengelolaan emosi saat menghadapi masalah dan tantangan, bakal ditangkap dan ditiru oleh anak.

Sedangkan, menghadapi masa pendidikan online, setidaknya ada lima langkah yang harus dilakukan orangtua. 

Pertama, membimbing dengan peran menjadi figur yang membangun motivasi jiwa pembelajar anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bangunlah motivasi kepada anak untuk tetap optimistis, dan membangun situasi yang menyenangkan untuk anak belajar.

Caranya, berpikir terbuka terhadap hal baru mengenai aplikasi atau sistem pendidikan online. Termasuk mengetahui pengembangan ilmu dan teknologi.

“Orangtua bukan harus jadi ahli teknologi namun perlu terbuka untuk tahu manfaat serta dampak positif dan negatif dari teknologi yang diberikan."

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.