Kecanduan Ponsel Tanda Depresi, Benarkah?

Kompas.com - 25/08/2020, 18:41 WIB
Ilustrasi kecanduan ponsel THINKSTOCKSPHOTO/MYELLAIlustrasi kecanduan ponsel

KOMPAS.com - Apakah kamu adalah tipe orang yang sering bolak-balik mengecek ponsel untuk sekedar mengecek pesan, melihat media sosial, atau e-mail?

Jika demikian, kemungkinan kamu menderita kondisi yang lebih berat dari sekadar kecanduan ponsel.

Para peneliti di Baylor University, Amerika Serikat, melakukan penelitian terkait perilaku penggunaan ponsel.

Baca juga: Video Game Bisa Mengobati Depresi?

Hasil studi yang dipublikasikan pada jurnal Personality and Individual Differences beberapa tahun lalu menemukan, orang yang sangat melekat dengan ponselnya memiliki kepribadian yang tak stabil.

Kelompok ini juga diduga kerap mencoba mengubah suasana hatinya terus-menerus.

Dengan kata lain, para peneliti mengungkap, orang-orang yang terus-menerus mengecek ponsel cenderung mencari sesuatu, atau apa pun yang dapat membuat perasaan lebih baik dan lebih tenang.

Penelitian ini melibatkan 400 orang responden, baik pria maupun wanita berusia antara 19-24 tahun.

Para peneliti menggunakan metode kuesioner ekstensif untuk memeriksa tipe kepribadian dan penggunaan ponsel masing-masing responden.

Temuan lain yang dilaporkan para peneliti adalah, kecanduan ponsel hanya salah satu bentuk distraksi dari permasalahan nyata individu.

Baca juga: Minim Aktivitas Fisik Berisiko Memicu Depresi

"Dari banyak variasi kecanduan, kecanduan ponsel kemungkinan adalah sarana untuk memperbaiki suasana hati."

"Terus-menerus mengecek e-mail, mengecek pesan singkat, mengecek media sosial, dan berselancar di internet, kemungkinan merupakan sarana individu untuk menciptakan distraksi dari kekhawatiran," ungkap peneliti.

Selain itu, para peneliti mengungkapkan, mengecek ponsel secara terus-menerus juga merupakan sarana untuk memperoleh hiburan, demi "melarikan diri" dari segala macam bentuk kekhawatiran.

Baca juga: Probiotik Membantu Mengusir Sedih dan Gejala Depresi

Para peneliti juga mengungkap, para pecandu ponsel cenderung sulit fokus pada satu topik.

"Namun, mereka yang menunjukkan sifat pemalu dan introvert cenderung lebih tidak dependen terhadap ponsel, ketimbang mereka yang bersifat lebih ekstrovert," sebut peneliti.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X