BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Mola TV

Tak Sekadar Menghibur, Tayangan Televisi Juga Harus Mendidik dan Melahirkan Aspirasi...

Kompas.com - 28/08/2020, 17:12 WIB
Life in Minor Keys adalah salah satu acara orisinal Mola TV yang sudah ditayangkan di seluruh dunia. DOK. MOLA TVLife in Minor Keys adalah salah satu acara orisinal Mola TV yang sudah ditayangkan di seluruh dunia.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Berbicara mengenai dunia hiburan, televisi dinilai masih menjadi salah satu medium yang digemari orang dewasa dan anak-anak. Tayangan-tayangan gratis yang dihadirkan berbagai stasiun televisi jadi faktor utamanya.

Bahkan, beberapa tahun yang lalu menonton televisi bersama keluarga jadi aktivitas favorit banyak orang. Sampai-sampai, momen berebut remote antar-anggota keluarga pun tak terhindarkan.

Namun, beberapa tahun belakangan, tren ini perlahan bergeser. Industri televisi harus menghadapi disrupsi digital yang kian deras mengalir.

Akibatnya, banyak orang mulai berganti medium untuk menikmati konten yang lebih variatif. Salah satunya adalah layanan video over-the-top (OTT) atau akrab disebut layanan streaming video.

Baca juga: Mola Kids Kitchen Science, Kompetisi Masak Bareng Anak Berhadiah Rp 50 Juta

Melalui layanan streaming video, penonton bisa memilih acara sesuka hati dan dengan waktu yang lebih fleksibel. Layanan streaming video pun diprediksi bakal semakin berjaya hingga 2022 mendatang.

Menurut laporan Global Entertainment and Media Outlook 2018-2022, Asia Pasifik menjadi daerah dengan pertumbuhan compound annual growth rate (CAGR) atau laju pertumbuhan majemuk tahunan layanan streaming video tertinggi, yakni sebesar 24 persen.

Penyebabnya, koneksi broadband di Asia Pasifik kian cepat dan semakin meningkatnya penawaran layanan streaming video yang sebagian besar berfokus pada konten lokal dan orisinal. Inilah yang menjadi perhatian salah satu platform streaming video asal Indonesia, Mola TV.

Baca juga: Mola TV Tayangkan Film Waiting for The Barbarians, Ini Sinopsisnya

Perwakilan Mola TV Mirwan Suwarso mengatakan, acara yang mengangkat keunggulan kearifan lokal Indonesia dengan gaya kekinian dinilai bisa menjadi magnet baru program yang menghibur masyarakat. Namun, menurutnya, program yang hanya menghibur bukanlah prioritas Mola TV secara umum.

“Kami ingin memberikan hiburan yang edukatif dan memberikan wawasan. Seperti misi kami, yakni bagaimana bisa menghadirkan inspirasi sehingga melahirkan aspirasi untuk penonton. Maksudnya, kami ingin kasih contoh yang keren-keren, jadi penonton di rumah tergugah belajar sesuatu yang baru,” ujar Mirwan saat melakukan wawancara eksklusif dengan Kompas.com secara virtual, Senin (25/8/2020).

Mola TV juga memiliki program Garuda Select yang mempertontonkan semangat nasionalisme.Dok. MOLA TV Mola TV juga memiliki program Garuda Select yang mempertontonkan semangat nasionalisme.

Salah satu program unggulannya, Garuda Select, bisa menjadi contoh apik. Mirwan mengatakan, Garuda Select adalah program Mola TV yang membangkitkan rasa nasionalisme  dan jiwa profesionalisme dalam bermain sepak bola.

“Kami memilih pemain terbaik sesuai potensi mereka dari seluruh Indonesia. Lalu, kami bawa mereka ke Eropa (Inggris dan Italia). Kami ajak mereka beradu dengan tim-tim besar seperti Juventus, Inter Milan, Chelsea, dan Arsenal. Bukan untuk menang atau kalah, melainkan untuk menunjukkan bahwa kita enggak perlu enggak pede saat berkompetisi dengan orang asing,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya ingin menunjukkan sepak bola bisa menjadi suatu profesi di Indonesia. Anak Indonesia memiliki kompetensi untuk bersaing di dunia internasional dan Mola TV membantu mereka untuk berkarier di Eropa.

Baca juga: Mola TV Siarakan Liga Jerman Selama 5 Tahun

“Kami menampilkan inspirasi dari cerita para pemain Garuda Select. Aspirasinya moga-moga masyarakat Indonesia jadi ada yang punya keinginan seperti mereka untuk jadi pesepak bola profesional,” ungkap Mirwan.

Kemudian, ada pula acara Musafir Malam di Mola TV. Acara ini menyuguhkan kisah para artis dan selebritas yang pernah berhubungan dengan masalah hukum.

Mirwan mengatakan, lewat acara ini Mola TV ingin menunjukkan bahwa semua orang bisa bangkit dari keterpurukan dan masyarakat bisa mendapatkan sisi lain dari mereka.

Butet Kartaredjasa dalam acara Blusukan dengan salah satu tamu Bang Dzoel asal Banyuwangi.DOK. MOLA TV Butet Kartaredjasa dalam acara Blusukan dengan salah satu tamu Bang Dzoel asal Banyuwangi.

“Misalnya lagi acara Blusukan. Acara ini mengantarkan Butet Kartaredjasa sebagai pembawa acara ke berbagai pelosok negeri untuk mewawancarai sederet sosok penuh inspirasi. Ada satu hal yang saya enggak bisa lupa, dia bertemu dan bercengkerama dengan Dzoel, fotografer difabel asal Banyuwangi,” jelasnya.

Mirwan mengisahkan, ada salah satu ucapan Dzoel dalam episode Blusukan tersebut yang menumbuhkan inspirasi. Dzoel sempat mengatakan bahwa dirinya tidak merasa cacat.

Baca juga: PBSI Resmi Menggandeng Mola TV sebagai Sponsor Utama

“Menurutnya, orang cacat adalah orang yang sudah berhenti berusaha dan enggak punya semangat untuk mencoba. Ini tentu inspirasi yang luar biasa,” imbuh Mirwan.

Selain tiga acara yang telah disebutkan, ada ragam acara di Mola TV yang juga punya misi serupa, yakni memberikan edukasi melalui hiburan.

Beberapa acara tersebut di antaranya Komando Warriors yang membuktikan tentara Indonesia jadi satu dari yang terbaik di dunia, Sofa Kuning yang membahas lagu-lagu anak Nusantara, Sportscaster Hunt sebagai ajang pencarian bakat di Indonesia untuk menjadi komentator olahraga internasional, dan acara edukasi anak-anak seperti Kitchen Science serta Backyard Science.

Perwakilan Mola TV Mirwan Suwarso saat melakukan interview eksklusif dengan Kompas.com, Sabtu (25/8/2020).KOMPAS.com/ALEK KURNIAWAN Perwakilan Mola TV Mirwan Suwarso saat melakukan interview eksklusif dengan Kompas.com, Sabtu (25/8/2020).

Bantu industri film lokal

Mola TV sebagai penyedia layanan multi-platform (televisi, parabola, IPTV-Video on Demand) karya anak bangsa juga turut membantu perkembangan industri film Indonesia. Terlebih, selama masa pandemi industri film tampak mati suri akibat tidak beroperasinya bioskop.

“Kebetulan kami bertemu dengan produser film Sheila Timothy dari Lifelike Pictures. Mereka punya film, tapi enggak bisa tayang di bioskop. Akhirnya, kami menawarkan untuk tayang di Mola TV, salah satunya film Mudik yang akan tayang perdana pada Jumat (28/8/2020),” ujar Mirwan.

Untuk menikmati film Mudik, penonton pun tidak dikenakan biaya berlangganan. Hanya saja, ada tiket seharga Rp 17.000 yang mesti dibeli selayaknya menonton di bioskop.

“Pemasukan yang didapatkan akan diberikan 100 persen ke produsernya. Ini akan membantu mereka yang sudah mengeluarkan uang untuk berinvestasi membuat film berkualitas. Selain Mudik, ke depan akan tayang dua serial dari Lifelike Pictures, yaitu Angkringan dan Detektif Soleh,” terangnya.

Film Mudik tayang di Mola TV berkat kerja sama dengan Lifelike Pictures.DOK. LIFELIKE PICTURES Film Mudik tayang di Mola TV berkat kerja sama dengan Lifelike Pictures.

Hasilkan karya berkualitas ekspor

Selain membantu industri film lokal, Mola TV juga memiliki misi untuk menghasilkan karya berupa acara yang memiliki kualitas ekspor. Artinya, Mola TV gemar melakukan eksperimen untuk membuat konsep acara di Indonesia dan nantinya bisa dijual di luar negeri.

Mirwan mencontohkan acara Life in Minor Keys. Pada acara ini, seorang musisi Max Venison akan menghabiskan tiga hari dengan seorang selebritas dunia di beberapa kota di Indonesia. Max pun ditantang membuat lagu orisinal berdasarkan pengalaman dan obrolan dia dengan sang tamu.

Beberapa selebritas terkenal yang sudah menjadi tamu di acara ini di antaranya mantan atlet peraih medali emas olimpiade Caitlyn Jenner dan mantan petinju Amir Khan.

Baca juga: Film Mudik, Kisah Perjalanan Sepasang Suami Istri Menemukan Jati Diri

“Acara ini sepenuhnya dikonsep dan diproduksi oleh Mola TV. Lokasi syutingnya pun di Indonesia. Nah, konsep inilah yang saya bilang karya lokal berkualitas ekspor. Alhasil, acara ini sudah dibeli hak siarnya di Amerika Serikat dan akan tayang di seluruh dunia,” ungkap Mirwan.

Selain itu, Mola TV juga terkenal akan tayangan sepak bola Liga Inggris. Ke depan, Mirwan mengatakan bahwa Mola TV akan menayangkan Liga Jerman dan Liga Belgia.

“Tak sekadar membeli hak siar, kami bekerja sama dengan liga-liga sepak bola top dunia ini juga untuk membantu tim Garuda Select dapat berkompetisi di Eropa. Bahkan, kami juga membantu mereka untuk menjadi pemain profesional di benua biru,” ujarnya.

Dengan demikian, visi dan misi Mola TV selaras dengan strategi yang selama ini dijalankan, yaitu memberikan wawasan dan edukasi kepada masyarakat Indonesia. Harapannya, masyarakat Indonesia memiliki aspirasi untuk melakukan hal-hal positif guna mewujudkan impiannya.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya