Diet Keto, Lebih Banyak Risiko atau Manfaatnya?

Kompas.com - 29/08/2020, 08:06 WIB
Ilustrasi diet keto pamela_d_mcadamsIlustrasi diet keto

KOMPAS.com - Diet keto adalah pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak yang sangat populer di tengah masyarakat.

Idenya sederhana, kita cukup mengganti bahan bakar tubuh dari gula ke lemak.

Untuk diketahui, tubuh kita biasanya menggunakan glukosa atau gula untuk menghasilkan energi.

Setiap kali gula darah habis, tubuh akan beralih ke lemak sebagai sumber energi.

Baca juga: 5 Kiat Sederhana Merampingkan Pinggang Tanpa Diet Ketat

Kondisi di mana gula darah habis biasanya terjadi selama dan setelah olahraga, sedang berpuasa, atau kelaparan.

Dilansir dw.com, seperti halnya kelaparan yang berkepanjangan, diet keto membuat tubuh berada dalam keadaan yang disebut ketosis.

Pada keadaan itulah tubuh kehabisan lemak.

Ketika kita membatasi asupan gula secara drastis, tubuh akan dipaksa untuk menggunakan semua glikogen -bentuk gula yang tersimpan di hati.

Saat gula itu habis, tubuh akan membakar lemak untuk bahan bakar dan setelah beberapa saat memasuki keadaan ketosis.

Diperlukan waktu 2-4 hari untuk memasuki keadaan ketosis.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber DW
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X