Diet Keto, Lebih Banyak Risiko atau Manfaatnya?

Kompas.com - 29/08/2020, 08:06 WIB
Ilustrasi diet keto pamela_d_mcadamsIlustrasi diet keto

Ada beberapa tipe keto, salah satunya adalah diet keto standar (SKD) atau yang paling umum dijalani.

Gagasannya adalah membatasi asupan karbohidrat kurang dari 50 gram per hari.

Itu sama dengan 10 persen total asupan kalori harian kita. Sementara sisanya, terbagi untuk asupan protein 20 persen dan lemak 70 persen.

Bentuk keto lainnya bahkan lebih ketat, pembatasan karbohidratnya bisa mencapai dua persen, protein delapan persen, dan lemak 80 persen.

Padahal, anjuran konsumsi karbohidrat harian yang sehat untuk orang dewasa rata-rata berkisar 225-323 gram per hari, atau sama dengan 45-60 persen asupan kalori harian.

Perbedaannya begitu besar, bukan?

Baca juga: Mengapa Diet Keto Tak Efektif untuk Jangka Panjang?

Jika kita menjalani diet keto dan mengonsumsi karbohidrat berlebih, risikonya adalah kehilangan keadaan ketosis.

Selanjutnya, tubuh akan kembali membakar gula untuk bahan bakar, yang mana akan merusak diet.

Meski menjadi salah satu pola diet paling populer, namun sudah banyak pula studi dan literatur yang membahas mengenai risiko diet keto.

Jadi, apakah diet keto memiliki lebih banyak manfaat atau justru lebih banyak risikonya?

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber DW
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X