Diet Keto, Lebih Banyak Risiko atau Manfaatnya?

Kompas.com - 29/08/2020, 08:06 WIB
Ilustrasi diet keto pamela_d_mcadamsIlustrasi diet keto

Ahli gizi dari New York, Sarah Hamdan mengkhawatirkan masalah kesehatan jangka panjang yang mungkin muncul setelah seseorang menjalani diet keto.

Mulai dari peningkatan risiko penyakit hati, batu ginjal, osteoporosis, dan asam urat

"Badan keton diproduksi oleh hati. Itu bisa memberi tekanan pada hati, yang pada akhirnya bisa memunculkan penyakit hati."

"Kandungan protein yang tinggi juga terkadang bisa mempengaruhi ginjal kita," ungkap dia.

Penelitian menunjukkan, diet keto dapat meningkatkan kolesterol dan kadar protein C-reaktif yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap peradangan.

Baca juga: Wanita Ini Sukses Kendalikan Diabetes dengan Diet Keto dan Intermiten

Protein C-reaktif dikenal sebagai biomarker inflamasi.

Menurut Hamdan, peningkatan biomarker inflamasi sangat memprihatinkan karena peradangan bisa memberi banyak tekanan pada tubuh.

Kondisi tersebut berkaitan dengan banyak penyakit seperti penyakit jantung, diabetes dan obesitas.

Meski begitu, seorang profesor nefrologi di Rumah Sakit Universitas Cologne, Roman Müller mengatakan, setiap efek samping yang terjadi akan bergantung pada profil dari pelaku dietnya.

Müller bersama rekannya Dr. Franziska Grundmann melakukan penelitian terhadap efek diet keto sebagai pengobatan untuk penyakit ginjal.

Halaman:


Sumber DW
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X