Diet Keto, Lebih Banyak Risiko atau Manfaatnya?

Kompas.com - 29/08/2020, 08:06 WIB
Ilustrasi diet keto pamela_d_mcadamsIlustrasi diet keto

"Itu bergantung jenis lemak yang terkandung dalam makanan dan pengaruhnya terhadap kolesterol dan hati, atau kemungkinan efek negatif dari asupan protein tinggi pada ginjal," kata Müller.

Hamdan juga menyoroti kaitan pola makan tinggi lemak jenuh, seperti daging tinggi lemak, mentega dan daging olahan, dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Menurut dia keterkaitan itu adalah sesuatu yang tak terbantahkan.

"Kombinasi makanan tinggi lemak dengan rendahnya konsumsi makanan padat nutrisi, seperti sayuran dan buah-buahan, dapat membahayakan kesehatan jantung dalam jangka panjang," kata dia.

Meski begitu, Müller mengatakan tidak ada data yang dapat diandalkan tentang potensi risiko kardiovaskular dari menjalani diet keto.

"Ada kontradiksi dalam data yang tersedia dari uji coba, misalnya mengenai faktor risiko seperti kolesterol jahat," kata Müller.

Baca juga: Turun Berat Badan 73 Kg dengan Diet Keto, Hanya 3 Kiatnya...

"Tapi diperkirakan, risiko apa pun akan bergantung pada jenis lemak yang digunakan dalam makanan mereka, serta kecenderungan genetiknya."

Menemukan diet paling tepat

Diet keto memang sangat populer, namun sebetulnya tidak berbeda jauh dari program penurunan berat badan lainnya.

Beberapa penelitian menemukan, pelaku diet keto bisa menurunkan berat badan sangat cepat di awal.

Halaman:


Sumber DW
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X