Diet Keto, Lebih Banyak Risiko atau Manfaatnya?

Kompas.com - 29/08/2020, 08:06 WIB
Ilustrasi diet keto pamela_d_mcadamsIlustrasi diet keto

Namun penurunan bobot sangat sedikit setelahnya, lebih sedikit dibandingkan dengan pola makan lainnya.

Faktanya, Müller mengatakan, tidak ada pola makan yang lebih baik daripada yang lainnya, jika fokus kita adalah menurunkan berat badan.

Rekan Müller, Grundmann menambahkan, diet ketat dapat mengacaukan metabolisme tubuh, bahkan jika kita sudah kembali ke kebiasaan makan lama.

Diet keto dianggap mirip dengan kebanyakan diet penurunan berat badan lainnya, di mana menghentikan diet tersebut dapat menyebabkan berat badan kembali secara signifikan.

Bicara mengenai diet keto, komunitas ilmiah sebetulnya masih kekurangan bukti.

Lalu, sejumlah ilmuwan mengatakan perlu lebih banyak penelitian sebelum menarik kesimpulan yang tegas.

Apa pun hasilnya, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi sebelum memulai diet untuk menemukan pola yang paling cocok untuk tubuh kita.

Halaman:


Sumber DW
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X