Kompas.com - 29/08/2020, 20:00 WIB
Ilustrasi bersepeda. (Credit: iSTOCK/klebercordeiro) Ilustrasi bersepeda. (Credit: iSTOCK/klebercordeiro)

KOMPAS.com - Bersepeda kini tidak hanya menjadi aktivitas di akhir pekan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai alat transportasi.

Namun, masih banyak pengendara sepeda yang mengabaikan atau pun belum tahu aturan dan pertimbangan keamanan ketika bersepeda di jalan raya.

Nah, setidaknya ada enam tips bersepeda di jalan raya yang perlu dipatuhi semua pesepeda, seperti dijelaskan oleh Training and Racing Advisor, Chairil Akbar.

Baca juga: Kisah Duka Barbara Gicquel, Nenek 80 Tahun Pencetak Rekor Bersepeda

1. Berjalan di lajur kiri

Ketika berada di jalan raya, sepeda akan menjadi kendaraan dengan kecepatan terendah. Agar tidak mengganggu kendaraan lain, usahakan selalu bersepeda di lajur paling kiri.

Jika pergi bersepeda dengan rombongan, usahakan maksimal hanya ada dua baris sepeda yang berdampingan.

Itu pun jika jalan yang dilalui adalah jalan besar dengan dua jalur beda arah yang dibatasi.

"Jadi bukan yang bolak balik. Kalau jalan yang bolak balik, satu line saja," ungkap Chairil dalam webinar bertajuk "How to Safely Ride Your Bike" bersama G-Shock, Sabtu (29/8/2020).

2. Jaga jarak dengan trotoar

Setelah berada di lajur paling kiri, usahakan memberi jarak setidaknya 1-1,5 meter dari trotoar untuk menghindari lubang yang bisa membahayakan.

Baca juga: Apa Saja Persiapan Bersepeda Gunung bagi Pemula?

Sementara jarak dengan kendaraan lain setidaknya 1,5 meter.

Sayangnya, aturan ini memang tampak sederhana namun sulit untuk dipraktikkan.

3. Manfaatkan jalur khusus

Jika ada lajur khusus pesepeda, maka manfaatkan lajur tersebut. Tentunya dengan tetap menjaga jarak dengan trotoar.

Jika jalan yang dilewati memiliki trotoar lebar yang bisa dilalui sepeda, area tersebut juga bisa dimanfaatkan.

4. Isyarat dengan pesepeda lain

Menurut Chairil, masih ada pesepeda yang sering berteriak di jalan untuk berkomunikasi dengan rekannya.

Hal itu sebaiknya dihindari dan cobalah gunakan isyarat untuk berkomunikasi dengan rekan.

"Enggak perlu teriak karena enggak kedengaran. Yang penting tau ngasih isyarat saat bersepeda dengan gerakan tangan," ungkap dia.

Baca juga: Cara Mencegah Kram Otot Saat Bersepeda

5. Tidak membingungkan pengendara lain

"Buat diri kita bisa diprediksi oleh pengguna jalan lain, baik pengguna sepeda atau pengendara lain," kata Chairil.

Misalnya, ketika hendak berhenti maka berilah gestur untuk memberitahu pengendara lain, seperti dengan mengangkat tangan untuk memberi aba-aba.

Begitu pula ketika berada di perempatan. Pahamilah teknik belok yang baik agar tidak mengganggu pengendara lain.

6. Keamanan ketika singgah

Setelah bersepeda selama beberapa waktu di jalan raya, kita mungkin berpikir untuk berhenti sejenak.

Pastikan tempat tersebut memiliki tempat parkir yang aman untuk sepeda dan bawalah perlengkapan keamanan tambahan, seperti gembok.

"Pastikan pilih tempat yang aman, kalau sepeda lipat enaknya bisa lipat titip di mobil teman," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.