Cegah Anak Gagal Tumbuh dengan Pemantauan Rutin

Kompas.com - 30/08/2020, 18:20 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Memantau pertumbuhan anak merupakan kunci untuk mengetahui adanya gejala malnutrisi secara dini. Itu sebabnya anak perlu diukur berat badan, tinggi badan, hingga lingkar kepalanya secara rutin.

Anak-anak yang kurang gizi dapat mengalami gagal tumbuh atau pun stunting yang ditandai dengan tinggi badannya pendek.

“Penyebab tersering stunting adalah kualitas makanan yang kurang baik, ketidakcukupan energi dan protein, serta ada penyakit infeksi yang diderita anak,” kata dr.Conny Tanjung Sp.A (K).

Stunting bukan hanya membuat postur anak menjadi pendek tetapi juga menghambat perkembangan kecerdasannya. Itu sebabnya kecukupan nutrisi anak wajib diperhatikan sejak dalam kandungan.

Conny mengatakan, stunting tidak terjadi tiba-tiba, namun selalu diawali dengan hambatan pertumbuhan. Hal itu bisa diketahui dari grafik pertumbuhan anak dengan mengukur tinggi dan berat badannya.

Baca juga: Ukur Berat dan Tinggi Badan Anak Secara Rutin

“Setelah diukur tinggi dan berat badan anak, juga lingkar kepala pada anak usia kurang dari dua tahun, hasilnya ditaruh di kurva pertumbuhan untuk mendeteksi apakah statusnya normal atau kurang,” kata Conny.

Idealnya anak usia balita diukur tinggi dan berat badannya delapan kali dalam periode 12 bulan. Sayangnya, menurut survei 56 persen orangtua di Indonesia tidak memantau pertumbuhan anaknya secara teratur. Terlebih di saat pandemi ini orangtua banyak yang takut membawa anaknya ke fasilitas kesehatan.

Untuk membantu orangtua memantau pertumbuhan anaknya, Abbott memperkenalkan alat ukur digital Growthpedia yang bisa diakses melalui gadget.

Head of Abbott Nutrition International, Angelico Escobar, mengatakan Growthpedia menawarkan dua pilihan bagi orangtua untuk mengukur dan melacak pertumbuhan anak mereka.

Yang pertama adalah Growth Tracker, yang bisa diakses di situs Pediasure.co.id. Untuk Orangtua tinggal memasukkan data tinggi badan, berat badan, tinggi orangtua, dan tanggal lahir anak untuk melihat status pertumbuhan dan rekomendasi nutrisi yang sesuai.

Kedua adalah Filter Growth Augmented Reality, sebuah filter Instagram untuk memeriksa status pertumbuhan anak dan berbagi langsung di halaman media sosial orangtua.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X