Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 31/08/2020, 11:11 WIB

KOMPAS.com – Pada usia berapa anak boleh diberikan ponsel sendiri? Menurut penelitian, rata-rata adalah saat anak berusia 12-13 tahun, tetapi sebenarnya ini adalah keputusan personal dan berbeda tergantung kematangan dan kebutuhan tiap anak.

Sebelum memutuskan untuk membelikan anak ponsel, ada beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan:

1. Mengapa ia membutuhkannya?
Jika jawabannya “karena semua temannya sudah punya”, maka pertimbangkan lagi keputusannya. Jika orangtua dan anak jarang terpisah di luar jam sekolah, sebenarnya ponsel bukan kebutuhan utama.

Namun, ketika sekarang anak sedang bersekolah di rumah selama pandemi, ponsel mungkin dibutuhkannya untuk mengikuti pelajaran atau berkomunikasi dengan teman-temannya.

Baca juga: 4 Tips Bikin Suasana Belajar Online Jadi Happy untuk Anak

2. Apakah ia sudah mengerti keamanan di internet
Di era digital ini hampir semua ponsel bisa dipakai lebih dari sekadar menelepon dan berkirim pesan. Pertimbangkan apakah anak sudah cukup memahami isu keamanan ketika menggunakan internet dari ponsel?

Perundungan siber (cyberbullying), penggunaan media sosial, pembatasan durasi bermain game, serta pencurian data, merupakan isu yang harus dibahas oleh orangtua dengan anak sebelum mengijinkannya memiliki ponsel.

3. Aplikasi apa yang boleh diinstal
Sebagian besar ponsel pintar bisa mengakses internet, musik, pesan percakapan, video, dan masih banyak lagi. Sebelum membelikan ponsel, diskusikan dengan anak aplikasi apa saja yang ia ingin install dan apa saja batasan yang perlu dipatuhi. Misalnya, video apa yang boleh ia tonton di Youtube.

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

4. Bisakah tetap dikontrol
Sebelum membelikannya ponsel, diskusikan secara spesifik dengan anak rambu-rambu pemakaian ponsel dan aturan yang harus ia ikuti serta konsekuensinya jika melanggar.

Sebenarnya saat ini sudah banyak aplikasi di-gadget yang memiliki fitur kontrol orangtua. Ada pula smartphone khusus yang dilengkapi fitur pengawasan orangtua di dalamnya, salah satunya Geniora Phone. Orangtua bisa mengatur ponsel ini lewat ponsel jenis apa pun miliknya.

“Geniora Phone Gen-1 dapat dihubungkan dengan smartphone orang tua melalui aplikasi Geniora Parent. Sehingga orang tua dapat mengawasi, membatasi, dan menginterupsi penggunaan gadget pada anak dengan menggunakan fitur-fitur parenting,” tambah Peybel SN, Project Manager Geniora.

Baca juga: Ketika Anak-anak Berusia 5-10 Tahun Tak Bisa Lepas dari Ponsel

5. Apakah ia cukup bertanggung jawab
Memiliki gadget adalah sebuah hak istimewa dan mengizinkan anak untuk mempunyainya berarti Anda sebagai orangtua percaya ia bisa menggunakannya secara semestinya.

Karenanya Anda perlu menilai secara baik apakah anak sudah cukup mampu bertanggung jawab dan mematuhi aturan yang dibuat bersama terkait penggunaan gadget.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.