Belanja Produk Kesehatan secara Online Jadi Kebiasaan Baru Masyarakat

Kompas.com - 31/08/2020, 16:30 WIB
Ilustrasi belanja online shutterstockIlustrasi belanja online

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 mendorong masyarakat untuk aktif berbelanja kebutuhan sehari-hari secara daring (online). Bahkan, masyarakat juga mengeluarkan uang lebih banyak untuk berbelanja produk kesehatan pada masa pandemi ini.

Menurut laporan "Tinjauan Big Data 2020 terhadap Dampak COVID-19" oleh Badan Pusat Statistik (BPS), penjualan daring di Indonesia melonjak 320 persen pada Maret 2020 dan 480 persen pada April 2020, keduanya dibandingkan penjualan online pada awal tahun.

Dalam satu jurnal yang diterbitkan oleh satu konsultan manajemen multinasional McKinsey, diisyaratkan kecenderungan konsumen yang menomorduakan harga dan lebih mementingkan nilai produk pada masa pandemi.

Hal ini menunjukkan sikap konsumen yang mengutamakan manfaat, khususnya yang menyangkut aspek kesehatan.

Produk makanan dan minuman sehat kaya gizi, seperti susu dan suplemen, menjadi hal yang paling dicari oleh konsumen selain produk-produk kebutuhan sanitasi, seperti sabun, tisu, atau pembersih.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga, dinilai Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan (PKGK) FKM Universitas Indonesia Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc. Ph.D, sebagai satu perubahan perilaku yang positif.

“Di tengah adaptasi kebiasaan baru, masyarakat mau tidak mau harus beradaptasi dan terus mencari informasi tentang kesehatan. Dalam situasi seperti ini, menjaga imunitas tubuh menjadi hal yang utama dengan teratur mengasup makanan bergizi,” kata Syafiq.

Ditambahkan oleh psikolog keluarga Ajeng Raviando, perubahan perilaku konsumen ini menunjukkan bahwa mereka lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dan menjadikan risiko kesehatan sebagai pertimbangan utama.

Informasi gizi

Untuk mendukung gaya hidup sehat masyarakat, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) di Hari Pelanggan Nasional meluncurkan inisiatif baru untuk memberikan edukasi gizi dan kesehatan kepada pelanggan.

Baca juga: WHO: Covid-19 Tak Menular lewat Makanan

Literasi gizi untuk kesehatan diri dan keluarga sangat penting sebagai dasar pemahaman bagi perubahan perilaku dalam membangun keluarga Indonesia yang kuat,” kata Corporate Affairs Director PT.FFI Andrew F Saputro.

Literasi gizi itu, lanjut Andrew, dikampanyekan melalui akun media sosial FFI atau situs web, serta konsultasi mengenai gizi dan tumbuh kembang anak.

Andrew mengatakan, untuk memenuhi layanan kepada pelanggan di seluruh Indonesia, FFI telah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan e-commerce dan semenjak bulan Mei 2020 FFI juga melayani program home delivery service di beberapa area terpilih.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X