Kompas.com - 02/09/2020, 20:41 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Merasa khawatir berhubungan intim di masa kehamilan adalah hal yang wajar. Padahal, ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan, lho.

Tidak hanya untuk kesehatan fisik, tetapi juga untuk kesehatan mental pasangan suami-istri. Lalu, apa saja manfaat lainnya?

1. Memperkuat bonding

Hubungan intim di masa kehamilan adalah aktivitas yang aman dan bisa memperkuat bonding atau ikatan pasangan suami-istri.

Hal ini penting karena kehamilan adalah situasi di mana seseorang, tidak hanya istri tetapi juga suami, merasakan emosi yang naik-turun.

Menjaga keintiman adalah cara yang penting untuk menjaga keeratan hubungan pasangan.

2. Kesehatan fisik

Satu sesi aktivitas seks bisa membakar sekitar 50 kalori dan menurunkan tekanan darah.

3. Meredakan rasa sakit

Orgasme menandakan adanya pelepasan oksitosin, hormon yang dapat meningkatkan toleransi rasa sakit seseorang.

Oleh karena itu, mengalami orgasme dapat membantu mengatasi sakit punggung dan nyeri yang biasa dialami oleh ibu hamil.

4. Membuat tidur nyenyak

Tidak hanya membuat ibu lebih rileks, namun seks ketika hamil juga bisa membantu melepaskan hormon yang memicu rasa bahagia sehingga ibu pun akan merasa lebih nyaman.

5. Meningkatkan suasana hati

Meskipun seseorang sangat bersemangat dengan kehamilannya, gejolak hormon yang mengganggu masih dapat menyebabkan kecemasan dan kesedihan.

Pelepasan oksitosin yang menyertai orgasme tidak hanya bermanfaat untuk mengatasi rasa sakit fisik, tetapi juga dapat membantu meningkatkan perasaan cinta dan kegembiraan, sehingga ibu bisa lebih dekat dengan pasangan.

6. Membantu persalinan

Mengalami orgasme dapat memacu rahim untuk berkontraksi. Kontraksi ini memang tidak cukup kuat untuk membantu persalinan, kecuali jika ibu hamil sudah mendekati akhir kehamilan dan tubuh sudah siap untuk memulai proses melahirkan.

Hubungan intim ketika sudah mendekati waktu persalinan ternyata bisa membantu merangsang proses persalinan itu sendiri, lho.

7. Meringankan pemulihan

Seks saat hamil dapat membantu mengencangkan dasar panggul, artinya ibu sedang mempersiapkan tubuh untuk persalinan dan pemulihan.

Keduanya bisa dicapai hanya dengan orgasme. Ibu juga bisa melakukan kegel saat berhubungan seks jika ingin otot-otot vagina lebih bugar.

Baca juga: Yang Perlu Diketahui Seputar Dorongan Seks saat Hamil

Kondisi yang perlu diperhatikan

Kapan hubungan intim di masa kehamilan dikatakan tidak aman?

Hal ini bergantung pada situasi kehamilan.

Pada situasi tertentu dokter mungkin membatasi seks selama kehamilan. Situasi pembatasan tersebut bisa untuk jangka waktu tertentu saja atau sembilan bulan penuh jika kehamilan berisiko tinggi.

Batasannya bisa termasuk seks tanpa orgasme bagi wanita, penetrasi dengan kondom atau tanpa penetrasi sama sekali.

Beberapa alasan umum mengapa seorang ibu hamil mungkin disarankan untuk tidak berhubungan seks atau melanjutkan dengan pembatasan meliputi:

1. Adanya riwayat atau gejala persalinan prematur.

2. Adanya diagnosis serviks atau plasenta previa yang tidak kompeten.

3. Perdarahan, keputihan, atau kram vagina yang belum terjelaskan.

4. Kebocoran cairan ketuban.

5. Hamil kembar dua atau lebih.

6. Mengalami kontraksi atau ketuban pecah.

Sebelum berhubungan intim di masa kehamilan, pastikan bertanya terlebih dahulu kepada dokter tentang apa yang aman dan tidak aman untuk dilakukan selama masa kehamilan.

Dengan begitu, hubungan intim yang dilakukan ibu dan pasangan bisa berlangsung lebih aman dan menyenangkan.

Baca juga: 5 Hal Tak Terduga yang Harus Dilakukan Saat Hamil

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.