Mengasah Keterampilan Bergaul Anak Selama Sekolah dari Rumah

Kompas.com - 03/09/2020, 11:20 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Kegiatan sekolah di rumah yang sudah berlangsung selama enam bulan ternyata berpengaruh pada keterampilan sosial anak. Berbeda dengan di sekolah, kini anak-anak hanya berinteraksi dengan temannya secara virtual.

Interaksi sosial merupakan bagian penting dari perkembangan anak-anak dan bergaul dengan teman sebayanya adalah bagian dari proses tersebut.

Profesor psikologi Elizabeth Englander mengatakan, berdasarkan penelitiannya terhadap efek psikologi dari teknologi digital, anak-anak dan remaja yang menghabiskan banyak waktu terisolasi di rumah mereka cenderung kesepian dan berkurang self-esteemnya.

Anak yang menghadapi isolasi jangka panjang diprediksi kemampuan sosial dan kognitifnya terhambat.

Keterlambatan tersebut dapat dikejar, bahkan dikembangkan lagi saat dewasa. Untuk itu, anak-anak butuh stimulasi yang bisa membangun kemampuan kognitif dan sosialnya.

Baca juga: Terlalu Lama Isolasi Diri Bisa Berpengaruh pada Kemampuan Sosial Anak

Englander memberikan tips untuk membantu mengembangkan keterampilan sosial anak selama masa pandemi dan sekolah dari rumah:

1. Berlatih memperhatikan orang lain
Salah satu keterampilan sosial yang penting adalah kemampuan memusatkan perhatian pada orang lain ketika berinteraksi. Studi jangka panjang pada 300 remaja menunjukkan, mereka yang paling sering memakai gawai cenderung lebih fokus pada kebutuhannya sendiri dan bukan orang lain.

Studi lain menyebutkan, perilaku yang berpusat pada diri sendiri cenderung akan kesulitan dalam pergaulan.

“Aktivitas harian yang terpisah dari teknologi bisa membantu anak fokus dan menaruh perhatian pada orang lain. Ajak mereka melakukan kegiatan bersama, misalnya memasak atau waktu membaca buku bersama keluarga,” kata Englander.

Anak-anak lebih gampang untuk fokus pada temannya ketika mereka bermain bersama, hal yang sulit dilakukan di masa pandemi ini. Ganti kegiatan main bersama itu dengan kegiatan di luar ruang yang tidak ramai.

Baca juga: Perasaan Terisolasi pada Remaja Berdampak Jangka Panjang

Ilustrasi belajar dari rumah.Shutterstock Ilustrasi belajar dari rumah.

2. Ajak terlibat dalam percakapan dua arah
Interaksi langsung di sekolah membantu anak belajar membaca ekspresi wajah dan bahasa tubuh, percakapan dua arah, dan bagaimana mengawali serta mengganti topik pembicaraan.

Walau tidak ada pengganti yang setara secara online, tetapi orangtua bisa mengajari anak mengasah kemampuannya bergaul. Lagi-lagi diperlukan kegiatan bersama anggota keluarga, misalnya makan bersama tanpa ada gangguan gawai.

Menulis surat dengan tangan juga bisa membantu anak untuk berkomunikasi lewat tulisan. Dorong anak untuk saling berkirim surat kepada sepupu atau temannya untuk menguatkan kemampuannya berkomunikasi.

Baca juga: Habis Karantina Timbul Kecemasan Sosial, Bagaimana Mengatasinya?

3. Menjaga pertemanan
Orangtua harus sedikit lebih kreatif mencari cara agar pertemanan anak dengan teman-teman sekolahnya tetap terjalin. Berkomunikasi secara virtual melalui Zoom atau pun video call juga bisa melelahkan.

Bertemu teman di lingkungan rumah di taman juga bisa menjadi alternatif bagi anak-anak. Berada di luar ruangan saat ini lebih aman dibanding interaksi di dalam ruangan.

“Guru di sekolah juga bisa membantu kemampuan sosial anak dengan membagi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil untuk belajar bersama. Di sini anak bisa belajar bagaimana berbicara dengan teman sebaya, termasuk membicarakan topik di luar pelajaran,” katanya.

 



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X