Kompas.com - 03/09/2020, 14:56 WIB
. SHUTTERSTOCK.

Dengan pertimbangan itu, wanita hamil memang sebaiknya membatasi paparan cat dan aroma cat, terutama pada trimester pertama.

Lisa Valle, dokter kandungan di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California, Amerika Serikat memberikan penjelasannya.

Baca juga: Haruskah Berhenti Minum Kopi Selama Kehamilan?

Dia mengatakan, pada trimester pertama kehamilan, menjadi masa yang paling berisiko sejak organ bayi masih terbentuk.

Potensi risiko terkena aroma cat

Risiko terkena uap cat berkisar dari efek jangka pendek hingga jangka panjang.

Dalam jangka pendek akan muncul keluhan seperti mual, iritasi pada kulit, mata, hidung atau tenggorokan, kesulitan bernapas, alergi, pusing dan sakit kepala.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara, risiko jangka panjangnya adalah kerusakan hati, gangguan ginjal dan juga pernapasan, serta sistem saraf.

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan, paparan pelarut selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran.

Mengetahui jangka waktu bayi terpapar polusi renovasi rumah dan besarnya tingkat paparan merupakan hal yang penting.

Terdapat kemungkinan paparan pelarut yang berlebihan dapat meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan cacat, dan masalah perkembangan nantinya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.