Turun Berat Badan tetapi Tetap Santap Karbohidrat, Bisa Kok

Kompas.com - 04/09/2020, 07:27 WIB
Ilustrasi karbohidrat SHUTTERSTOCKIlustrasi karbohidrat

KOMPAS.com — Apa hal pertama yang terlintas di benakmu saat berpikir tentang menurunkan berat badan?

Kamu mungkin berpikir untuk mengurangi asupan karbohidrat atau bahkan tak mengonsumsinya sama sekali.

Sebab, karbohidrat selalu dianggap tidak sehat dan berbahaya bagi proses penurunan berat badan.

Baca juga: 4 Tanda Kamu Mengonsumsi Karbohidrat Terlalu Banyak

Karbohidrat sering dicap sebagai makanan berkalori tinggi, yang berkontribusi pada penambahan berat badan.

Namun, ternyata tidak semua pemahaman tentang karbohidrat itu benar.

Sama seperti asupan lainnya, karbohidrat sangat dibutuhkan demi berfungsinya organ tubuh dengan baik.

Asupan karbohidrat yang tidak mencukupi dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti sembelit, bau mulut, kelelahan, dan pusing.

Salah satu hal paling menyesatkan yang sering kita baca tentang penurunan berat badan adalah kita harus menghindari karbohidrat.

Sebab, pada kenyataannya, kita hanya perlu memilih sumber karbohidrat yang sehat dan menggantinya dengan yang lebih sehat.

Sesuai dengan anjuran Dietary Guidelines for Americans, 45-65 persen kalori harian kita harus berasal dari karbohidrat.

Strategi

Saat mencoba untuk mengurangi berat badan, strateginya harus mengurangi sumber karbohidrat olahan.

Baca juga: Pentingnya Membatasi Asupan Karbohidrat Bagi Penderita Diabetes

Memasukkan karbohidrat kompleks dalam makanan yang kaya serat sebenarnya bisa membuat kenyang lebih lama, dan membantu melancarkan buang air besar.

Agar kamu dapat menurunkan berat badan secara efisien, sangat penting untuk tetap sehat dan bugar.

Semua sistem internal juga harus berfungsi dengan baik, termasuk sistem pencernaan.

Ikuti aturan konsumsi karbohidrat sederhana saat kamu sedang dalam misi menurunkan berat badan.

Ganti nasi

Nasi adalah makanan pokok sehingga sangat sulit untuk menghentikannya dari makanan.

Untuk menguranginya, tukarlah nasi putih dengan nasi merah dan chapatis--roti tak beragi, atau bisa pula dengan jelai, millet, dan oat.

Biji-bijian semacam itu lebih sehat dan kaya nutrisi. Kandungannya akan membantu mengatur nafsu makan dan meningkatkan metabolisme tubuh.

Memasak karbohidrat dengan benar

Karbohidrat tidak begitu sehat. Cara memasaknya dapat menambah kalori dan membuat makanan menjadi tidak sehat untuk rencana penurunan berat badan.

Baca juga: 5 Tanda Kamu Kehilangan Otot, Bukan Lemak Saat Turunkan Berat Badan

Sebagai contoh, jika kamu memakan kentang goreng, gantilah dengan kentang panggang yang lebih sehat dan bisa dikonsumsi dengan lebih aman. 

Buah-buahan

Untuk meningkatkan konsumsi karbohidrat sehat, menyantap buah-buahan yang kaya serat adalah pilihan yang baik.

Buah-buahan adalah sumber karbohidrat yang lebih sehat dan penuh nutrisi, yang dapat menyeimbangkan defisiensi mikronutrien dan meningkatkan metabolisme tubuh.

Kontrol porsi

Baik saat kita mengonsumsi protein, karbohidrat, maupun serat, kontrol porsi itu penting. Makan dengan hati-hati adalah aspek penting dari penurunan berat badan.

Kita harus membagi kalori secara merata di antara waktu makan, dan merencanakan makanan yang dikonsumsi sesuai dengan jadwal tersebut.

Cara makan yang benar saat mencoba menurunkan berat badan adalah dengan menambahkan setiap nutrisi dalam proporsi yang sama.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X